Hampir Mati Karena Anoreksia, Wanita Ini Terselamatkan Dan Kini Bertubuh Atletis

Fimela diperbarui 23 Des 2015, 15:30 WIB

Banyak wanita ingin punya tubuh langsing tapi seringkali cara untuk mendapatkan tubuh langsing tersebut salah. Banyak wanita yang tak puas dengan diet alami pada akhirnya menempuh cara menurunkan berat badan yang ekstrem dan tidak sehat hingga terjebak gangguan makan anoreksia.

Jika sudah seperti ini, susah mengembalikan ke kondisi kesehatan semula. Kamu akan secara perlahan menjadi semakin kurus hingga tinggal tulang-belulang saja karena kamu memiliki ketakutan besar dengan kelebihan berat badan sehingga terus menolak makanan. Seperti yang pernah dialami oleh wanita bernama Sarah Ramadan.

Karena keinginan punya tubuh kurus, wanita ini mengalami anoreksia nervosa hingga mencapai kondisi di mana ia tak bisa menopang tubuhnya sendiri karena terlalu lemah. Dikutip dari eBaum’s World, Sarah yang saat itu mengalami anoreksia juga mulai mengalami degup jantung yang tidak stabil. Kondisi ini memperburuk kesehatannya dan bisa suatu saat terkena serangan jantung.

Beberapa organ tubuhnya juga mulai menunjukkan penurunan fungsi dan dia bahkan tidak bisa bergerak tanpa mengalami pening dan penglihatannya kabur. Ia pun dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan medis. Ia menghabiskan waktu 7 bulan untuk menerima perawatan intensif di rumah sakit.

Namun kondisi kesehatannya tak kemudian bisa sehat seterusnya. Setiap ia pulang dari rumah sakit, anoreksia itu kambuh lagi. Pada Januari 2014, berat badannya justru menurun drastis dan saat itulah ia mengalami berat tubuh terendah selama hidupnya. Ia terpaksa harus keluar dari universitas untuk menerima perawatan intensif medis untuk mengembalikan kondisi kesehatannya.

Sarah bahkan tak lagi bisa berjalan tanpa bantuan ibunya, seluruh anggota tubuhnya seakan lumpuh. Rambut di kepalanya pun mulai banyak yang rontok dan ia mengalami memar-memar di tubuh karena tak ada daging yang melindungi tubuhnya. Seakan sudah tak punya harapan lagi, perubahan justru datang dari keluarganya sendiri.

Kakak laki-lakinya yang menjadi seorang binaragawan membantunya untuk bangkit dan membiasakannya untuk makan sehat dan bahkan melakukan olahraga. Sebagai seorang instruktur kesehatan, ia membantu Sarah mengembalikan berat badannya, menjadwalkan makan bersama dan memantau perkembangan Sarah setiap minggu.

Dan kini Sarah sudah tak takut lagi dengan bertambahnya berat badan karena ia juga mengimbanginya dengan olahraga. Bahkan lebih baik lagi, ia kini punya tubuh atletis layaknya binaragawan. Ia jadi wanita seksi yang berotot dan hidup sehat.

(vem/feb)
What's On Fimela