Kisah Coco Bradford: Akhirnya Putriku Bicara Setelah Diam Selama 3 Tahun

Fimela diperbarui 30 Jan 2016, 13:34 WIB

Bagi setiap orang tua, pasti menginginkan buah hatinya tumbuh dan berkembang secara normal dan mengesankan seperti anak-anak pada umumnya. Tapi sayang, nampaknya, tidak semua orang tua memiliki anak yang seperti mereka inginkan. Ada beberapa orang tua yang harus lebih bersabar karena anak mereka menyandang cacat atau menderita kondisi langka. Ada juga beberapa orang tua yang harus rela mengetahui bahwa anak mereka menyandang autis atau autisme. Sebuah kondisi di mana seseorang mengalami kelainan perkembangan sistem saraf.

Meski begitu, apapun dan bagaimana kondisi anak, setiap orang tua tetap harus bersyukur dan bangga telah memiliki mereka ya? Bagaimanapun kondisi buah hati, ia tetaplah anugerah terindah yang diberikan Tuhan untuk kita. Percayalah, di balik kekurangan yang anak miliki, pasti ada kelebihan luar biasa darinya yang mungkin saja tak pernah kita miliki atau orang lain miliki.

Berbicara mengenai anak yang menyandang autisme, kali ini kisah haru sekaligus menyentuh datang dari seorang anak penyandang autisme bernama Coco Bradford (5) dan sang bunda Rachel (48). Dikutip dari laman dailymail.co.uk, Coco yang kini berusia 5 tahun ini baru saja mengatakan kalimat pertamanya setelah 3 tahun terakhir memilih diam.



Tentu, hal ini membuat sang bunda merasa sangat bahagia sekaligus terharu. Sampai-sampai, sang bunda merasa bahwa ia masih seperti bermimpi karena mendengarkan buah hatinya berbicara. Kira-kira, kata apa yang diucapkan Coco ini? Saat kembali bicara, Coco bukan mengatakan bahwa ia cinta sang bunda, ia sedih, ia senang atau ia sakit. So, kata apa dong? Menurut sang bunda, Coco berbicara karena ia ingin makan roti lagi. "I want more toast", Inilah beberapa kata yang membentuk kalimat pertama dan diucapkan Coco setelah 3 tahun diam.



Meski bukan ungkapan sayang terhadap sang bunda, Rachel mengaku bahwa ini sangat mengagumkan dan membuatnya sangat bahagia. Selama ini, Coco tak pernah berbicara padanya. Sejak usianya 2 tahun, ia lebih banyak diam. Rachel mengaku ia tidak tahu kenapa putrinya tak mau bicara. Ia sempat memeriksakannya ke dokter tapi dokter mengatakan bahwa Coco baik-baik saja. Dokter mengungkapkan, mungkin hal ini disebabkan karena autisme yang dialami Coco.. Bisa saja, ini membuatnya kesulitan berbicara atau berinteraksi dengan orang lain.

Selama ini, Coco memang didiagnosa menyandang autisme. Kalaupun berbicara, Coco akan mengatakan satu kata. Paling banyak, ia akan mengatakan dua kata. Itupun membuatnya sangat kesulitan dan merasa tertekan. Tapi kini, Coco telah mengatakan satu kalimat dengan empat kata sekaligus. Suatu prestasi tersendiri baginya. Tak hanya sang bunda yang bahagia, setelah mengatakan "I want more toast" Coco juga terlihat sangat bahagia, bangga dan girang.



Rachel mengatakan,

"Kami menunggu waktu yang sangat lama untuk mendengar Coco mengatakan satu kalimat sempurna. Dan kini, kami baru saja mendengarnya. Ini adalah suatu keajaiban. Bagaimana pun ia, ia tetap buah hati tercinta kami. Ia adalah anak yang hebat. Ia memang suka sekali dengan roti. Ia adalah penggemar roti. Kami berharap, kasih sayang tulus yang kami berikan padanya bisa membuatnya tumbuh dan berkembang dengan baik. Kami tak pernah menyesal apalagi sedih karena memilikinya. Kami justru bangga padanya. Ia mengajarkan kami tentang arti kesabaran yang sesungguhnya. Kami sangat menyayanginya."


Kisah yang menyentuh ya. Selamat buat Coco yang sudah bisa mulai berbicara. Semoga, kebahagiaan penuh selalu menyertai Coco dan kita semua. Bunda, apapun dan bagaimana pun buah hati, ia adalah malaikat kecil terbaik yang diberikan Tuhan untuk kita. Percayalah, di balik kekurangan yang ada pada anak, selalu tersimpan kelebihan luar biasa di dalam dirinya. Jangan lupa untuk selalu menyayangi keluarga khususnya buah hati dengan tulus ya.



(vem/mim)
What's On Fimela