Kulamar Kekasihku yang Sakit Kanker, Ini Caraku Buktikan Cinta

Fimela diperbarui 29 Mar 2016, 10:50 WIB

Atas nama cinta, semua halangan dan hambatan pasti akan diatasi. Kalau hati sudah berbicara, kita pasti ingin selalu memberikan yang terbaik untuk orang tercinta. Dan demi orang yang kita cintai, setiap detik sangatlah berharga dan tak bisa disia-siakan begitu saja.

Peng Xin (43 tahun), pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang reparasi AC di Wuhan ini baru saja melamar kekasihnya Yang Liu. Dilansir dari shanghaiist.com, Peng pertama kali bertemu Yang delapan tahun lalu. Keduanya pun saling jatuh cinta. Namun, sayang nenek Yang tak menyetujui hubungan mereka.

Nenek Yang berpendapat bahwa Yang layak mendapatkan pria yang lebih baik daripada Peng. Peng dianggap belum terlalu mapan. Hingga kemudian tahun 2010, nenek Yang dan ayah Yang meninggal dunia. Sementara ibu Yang didiagnosis mengidap kanker payudara. Yang pun kemudian tinggal bersama Peng di apartemen sewaan.



Peng berjanji kalau ia bisa mendapat banyak uang ia akan membeli rumah di kota dan melamar Yang. Tapi dewi fortuna ternyata belum berpihak pada kisah asmara mereka. Bulan lalu, yang didiagnosis menderita kanker payudara dan sudah terlalu terlambat untuk menjalani operasi.

Mengetahui kekasihnya sakit, Peng tak lantas meninggalkannya. Ia malah berhenti bekerja dan menghabiskan waktu siang dan malam merawat Yang. Sebulan menjalani pengobatan, kondisi Yang agak membaik. Peng kemudian mendatangi dokter dan menceritakan rencananya untuk melamar Yang.



Peng ingin menjadi suami terbaik untuk Yang. Sekalipun kesempatan atau peluang hidup Yang makin tipis, niat Peng untuk melamar Yang tak surut sedikit pun.

"Aku datang jauh-jauh dari Sichuan untuk bekerja di Wuhan. Meski orang tuanya tak merestui hubungan kami, dia tetap memilih untuk bersamaku. Sekarang, dia sakit. Aku wajib memenuhi janjiku dan akan menikahinya," ujar Peng.

Para staf rumah sakit sangat tersentuh dengan kisah Peng dan Yang. Mereka pun akhirnya membantu melancarkan acara lamaran itu bahkan ikut memberi donasi untuk pernikahan mereka. "Aku tahu banyak kesulitan yang akan menghadang kami tapi aku akan menanggung tanggung jawabnya dan merawat dia hingga akhir hayatku," kata Peng.

“Love need not speak volumes. It need not demand proof. It never has a happy ending - simply because it doesn't end as long as love is pure and true”.”
― Amit Abraham


Semoga kisah mereka mendapat akhir yang terbaik, ya Ladies. Kalau sudah menyangkut urusan cinta dan perasaan, kesulitan apapun akan selalu ditaklukkan dengan berbagai cara.




(vem/nda)
What's On Fimela