Tragis: Mencintai Gadis yang Sama, Remaja Ini Tega Bunuh Kakak

Fimela diperbarui 02 Apr 2016, 11:28 WIB

Cinta merupakan sebuah perasaan yang tidak bisa ditebak begitu saja. Ia datang dengan sendirinya dan secara tiba-tiba. Ia juga tidak memandang siapa orang yang hendak dicintai karena tidak jarang perasaan cinta datang seenaknya saja. Berbicara mengenai cinta, kali ini kisah tragis hadir dari dua orang kakak adik di Pennsylvania, Amerika Serikat.

Apa yang membuat kisah cinta mereka menjadi kisah tragis? Apakah kakak beradik ini saling mencintai satu sama lain? Atau apakah kekasih yang mereka cintai menolak cinta mereka? Apakah kekasih yang mereka cintai meninggalkan mereka? Bukan! Jadi begini kisahnya. Dikutip dari laman mirror.co.uk, kakak beradik ini diketahui bernama Dakota Thornton (15) dan Dominick Rhornton (18).

Dari laporan yang ada, keduanya sedang jatuh cinta pada seorang gadis yang sama. Rupanya, keduanya telah jatuh cinta pada seorang gadis yang tidak disebutkan namanya karena privasi. Keduanya sama-sama ingin mendapatkan cinta si gadis. Karena itulah, keduanya pun akhirnya bertengkar dan tidak terima jika gadis yang sedang mereka cintai jatuh cinta ke salah satu pihak.



Merasa kesal dengan kakak yang juga mencintai gadis yang dicintainya, Dakota pun mengambil sebuah pistol yang ada di rumahnya dan menembak mati kakaknya. Saat dibawa ke kantor polisi, Dakota mengatakan,

"Aku menembaknya. Ia mencintai gadis yang aku cintai. Aku tidak terima dengan ini."


Sementara itu juru bicara kepolisian setempat takni Ed Marsico mengatakan,
"Mereka bertengkar karena memperebutkan seorang gadis yang sama. Mereka sedang tertarik dan jatuh cinta pada seorang gadis yang sama. Ini adalah kasus yang tidak biasa. Seorang adik membunuh kakaknya karena cinta. Apalagi, mengingat usia mereka yang masih sangat muda. Kami akan mengusut kasus ini sampai tuntas dan menemukan titik terangnya."


Insiden tragis ini sendiri terjadi pada hari Rabu. Dominick ditemukan tidak bernyawa di apartemennya pada pukul 02.00 dini hari waktu setempat. Sedangkan Dakota, ia menyerahkan diri ke polisi dan mengakui semua perbuatannya. Atas apa yang ia lakukan, Dakota kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan terancam hukuman penjara dalam waktu yang lama.

Tidak dijelaskan dimana orang tua kakak beradik ini. Tapi yang pasti, mereka telah kehilangan satu buah hatinya dan harus menerima kenyataan buah hatinya yang lain harus mendekam di penjara dalam waktu yang lama. Duh, kisah yang sangat tragis ya Ladies. Kita semua tentu berharap bahwa kisah seperti ini tidak pernah terjadi lagi.



(vem/mim)