Awas, Memakai Pembersih Kewanitaan Memicu Risiko Kanker

Fimela diperbarui 04 Agu 2016, 13:01 WIB


Setiap wanita pasti ingin memiliki daerah kewanitaan yang bersih, harum dan sehat. Apalagi, jika seseorang tersebut telah berumah tangga atau menikah. Harapannya, ia selalu bisa memberikan yang terbaik dan terbersih untuk suami tercinta. Termasuk, untuk urusan daerah kewanitaan. Demi memiliki daerah kewanitaan yang bersih, harum lagi mengesankan, saat ini tidak sedikit wanita yang memanfaatkan pembersih kewanitaan atau sabun khusus untuk daerah kewanitaan.

Memang, memakai pembersih kewanitaan akan membuat daerah kewanitaan lebih bersih, wangi dan juga keset. Tapi nih ya, baru-baru ini sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menemukan bahwa pemakaian pembersih daerah kewanitaan akan lebih memungkinkan untuk membuat seseorang terserang risiko kanker ovarium. Dikutip dari laman dailymail.co.uk, pemakaian pembersih daerah kewanitaan terlalu sering sangat tidak baik buat kesehatan.

Para peneliti di National Institute of Environmental Health Sciences mengungkapkan bahwa wanita yang kerap memakai pembersih kewanitaan akan lebih mungkin berisiko kanker ovarium lebih tinggi yakni sebanyak 25%. Tak hanya itu saja, mereka yang berlebihan dalam pemakaian pembersih kewanitaan juga akan berisiko terhadap kanker serviks, mengalami kondisi kering di vagina hingga risiko radang panggul serta radang vagina.

Joelle Brown, seorang profesor epidemiologi di University of California, San Fransisco mengungkapkan bahwa kandungan zat kimia serta parfum yang ada di pembersih kewanitaan yang membuat vagina lebih berisiko terhadap berbagai penyakit termasuk penyakit kanker.

Joelle mengatakan, "Penggunaan pembersih kewanitaan awalnya memang baik dan membuat daerah kewanitaan menjadi lebih bersih serta harum. Hanya saja, pemakaian pembersih yang terlalu sering dan berlebihan justru akan membuatnya rentan terhadap berbagai risiko kesehatan. Dokter di American College of Obstetricians dan Gyneconologist sangat menyarankan agar wanita tidak terlalu sering memakai pembersih kewanitaan."

Kalau pun memang ingin menjaga kebersihan daerah kewanitaan, setiap wanita disarankan untuk mencuci bersih daerah kewanitaan dengan air bersih setiap kali setelah buang air ataupun melakukan hubungan intim. Disarankan pula, untuk mengganti pakaian dalam minimal sebanyak 2 kali dalam sehari dan konsumsi berbagai makanan sehat yang tidak berpengaruh buruk buat daerah kewanitaan.

Jika pun ada masalah terhadap kebersihan daerah kewanitaan, tidak ada salahnya jika kita memeriksakan diri dokter atau rumah sakit terdekat. Semoga, informasi ini bermanfaat dan kita semua semakin bijak dalam menjaga serta merawat daerah kewanitaan

(vem/mim)
What's On Fimela