Menurut Studi, Mengalami Depresi di Masa Kecil Mempersingkat Usia

Fimela diperbarui 04 Okt 2016, 15:35 WIB

Pada dasarnya, setiap orang pernah merasa sedih, stres, kecewa, depresi juga trauma. Perasaan ini bahkan beberapa telah dialami saat seseorang masih anak-anak. Dampak dari perasaan stres dan depresi pun umumnya sangat tidak baik buat kesehatan fisik maupun psikis. Seseorang yang pernah mengalami depresi atau trauma di masa kecil akan membawa perasaan ini hingga ia dewasa. Tidak jarang, perasaan ini juga akan membuat seseorang merasa khawatir berlebihan.

Ketika depresi atau stres berat terjadi saat seseorang masih anak-anak, para peneliti menemukan bahwa depresi tersebut akan membekas dengan kuat di pikiran seseorang. Peneliti juga menyebutkan jika depresi atau pengalaman buruk saat masih kecil ini akan berisiko mempersingkat usia seseorang. Menyedihkannya lagi, depresi ini juga memungkinkan seseorang berisiko terhadap berbagai macam penyakit berbahaya dan mematikan.

Dikutip dari laman dailymail.co.uk, peneliti menemukan bahwa kenangan buruk yang menyebabkan depresi di masa kecil akan membuat seseorang kurang mampu berpikir lebih tenang dan jauh dari rasa khawatir. Depresi di masa kecil ini juga akan berpengaruh pada jaringan DNA seseorang dan memperpendek struktur pelindung pada ujung DNA (telomere) dimana hal ini akan mempersingkat harapan hidup seseorang.

Para ilmuwan di University of British Columbia menemukan jika seseorang yang sehat dan tidak mengalami masalah dengan kecemasan umumnya akan memiliki struktur DNA dan panjang telomere yang normal. Namun, ketika seseorang tersebut telah mengalami trauma, kecemasan berlebih atau kenangan yang membuat perasaan menjadi khawatir, hal tersebut akan mendorong memendeknya telomere dan mempersingkat usia seseorang.

Dari data yang ada, sekitar 13 persen anak-anak di seluruh dunia khususnya di AS mengalami depresi. Penyebab dari depresi ini pun sangat bermacam-macam mulai dari tuntutan dari orang tua yang terlalu berat, anak-anak dipaksa untuk belajar dengan keras dan berat, anak-anak mengalami pelecehan atau hubungan sosial yang kurang baik dengan sekitarnya dan masih banyak lagi. Saat anak-anak mengalami depresi, dipastikan hal ini akan berpengaruh buruk terhadap kehidupannya di masa depan saat mereka masih dewasa.

So Mom, ketika ingin buah hati panjang umur dan sehat selalu saat ia dewasa, pastikan agar buah hati selalu bahagia saat ia masih anak-anak. Semoga, informasi ini bermanfaat dan kita semua bisa mengajak anak-anak di sekitar kita bahagia selalu serta jauh dari perasaan kecewa, stres, depresi apalagi trauma.



(vem/mim)
What's On Fimela