Kolesterol Tinggi Membuatku Harus Selalu Jaga Pola Hidup Sehat

Fimela diperbarui 27 Okt 2016, 15:40 WIB

Memang banyak wanita yang banyak makan namun tubuhnya tetap kurus. Memang hal ini membuat sirik yah ladies? Eits tunggu dulu, ternyata hal tersebut malah membuat kamu suka makan sembarang lho.

Hal ini pun dialami wanita cantik bernama Wienny Meisyana. "Badan kurus dan nggak bikin gemuk bikin aku makan apa aja, jadinya sembarangan nggak pilih makan. Biasa, kaya' orang lain aku suka banget nasi padang pakai gulai otak atau martabak manis, masuk semua deh tuh yah ke perut," ujar Wienny.

Sedihnya, bertambahnya usia membuat badan jadi semakin melar. Dari berat sekitar 50 kg jadi naik hingga 67 kilogram. Naiknya berat badan pasti membuat hati wanita ketar-ketir.

Padahal, dahulu Wienny adalah seorang atlet voli. Ia berolahraga secara rutin sejak masih duduk di SMP dan hal ini membuat tubuhnya indah. Sayangnya saat bekerja ia tak pernah lagi berolahraga.

"Saat cek berat badan ternyata bobotku mencapai 70 kilogram, aku akhirnya cek ke dokter dan ternyata kolesterol tinggi sampai 250 mg/dl padahal normalnya dibawah 200 mg/dl," ujar Wienny.

Dari situlah Wienny mulai merancang pola diet yang sehat. Kini mengubah pola makan agar lebih sehat. Berjalannya waktu, berat badan pun turun hingga 10 kilogram dalam delapan bulan. Jadi per bulan berat badan turun sekitar 10 kilogram.

Lalu pola diet apa yang diterapkan Wienny? Ia nyatanya masih mengonsumsi nasi, hanya saja nasi putih diganti dengan nasi merah dan makan secukupnya.

Tak lupa, sayuran serta buah-buahan menjadi menu wajib untuk diet. "Aku tetep minum susu tapi low fat/skim milk/soya milk. Minyak diganti jadi extra virgin olive oil, jarang sekali daging merah, ikan dan ayam tanpa lemak, nggak santan, gorengan enggak, junk food juga enggak, gula enggak dan untungnya aku nggak suka manis. Pokoknya makanan tidak sehat aku hindari," ungkapnya.

"Jadi aku lebih menjaga gaya hidup dan pola makan sehat, walau dietku tak se-ekstrem dulu. Sekarang lebih seimbang, makannya kayak makan santan dan keju tapi nggak sering sih," ujarnya.

Jika pola makan sehat, kita lebih enjoy menjalani hidup, jadi biar pun berat badan udah ideal kita tetap makan sehat.

"Padahal dulu aku nggak suka sayur tapi karena aku jalaninya enjoy, aku jadi terbiasa dan rasanya ternyata enak karena katanya indra pengecap kita tuh cuma butuh dua minggu untuk penyesuaian. Setelah itu lidah jadi terbiasa," ungkapnya.

Bahkan kolesterol dalam satu bulan turun 100 poin lebih, dari 249 turun ke 135. Selain itu, ia pun rajin berolahraga.

"Gym addict banget, habis kalo cuma turunin berat badan cepat dalam jangka pendek, nanti jika udah tercapai berat idealnya kebanyakan pada melar lagi. Makanya aku kurang percaya sama macem diet mayo gitu. Emang turun cepat tapi habis itu naik lagi cepat juga," ujarnya.

Wah, jadi termotivasi diet juga kira-kira ladies?

(vem/asp/feb)
What's On Fimela