Ria Miranda Meluncurkan Lima Koleksi Busana Terbaru Edisi 2017

Fimela diperbarui 13 Des 2016, 13:29 WIB

Desainer busana muslim kenamaan Indonesia Ria Miranda sukses menggelar Fashion Show yang meluncurkan sederet koleksi rancangannya untuk tren pakaian muslim terbaru di tahun 2017. Kemeriahan 'Ria Miranda Trend Show 2017' tahun ini dibuka dengan penampilan dari band Jazz Indonesia, maliq & D'Essentials. Pada shownya kali ini, desainer dengan ciri khas yang selalu menggunakan warna pastel ini menampilkan 44 looks yang terdiri dari lima tema koleksi yang akan menjadi tren di tahun 2017.

"Kali ini saya meluncurkan lima tema koleksi yang akan meramaikan pasar baju muslim Indonesia di tahun 2017 mendatang. Selain itu, untuk pertama kalinya saya melaunching brand pakaian laki-laki," ujar Ria Miranda saat ditemui tim Vemale.com di Jakarta.

Daily Essentials, Principia, Mind, Florette, Serta Mind, tema-tema tersebut menghadirkan looks berbeda. Lima tema tersebut masuk ke dalam konsep utama Relationship. Filosofi tersebut diartikan sebagai hubungan dengan sesama manusia dan alam sekitar yang disebut horizontal relationship. Serta hubungan personal dengan sang pencipta yaitu vertical relationship.



"Untuk koleksi di tahun 2017, saya lebih banyak menggunakan pattern, cuttingan semakin simple, menggunakan material yang nyaman dipakai, lebih sederhana, banyak menggunakan printing, permainan warna tetap pastel, kebanyakan model blouse, serta lebih banyak model kancing di depan dengan tujuan jika ibu sedang menyusui maka mudah menggunakan koleksi pakaian Ria Miranda," tambah Ria.

Fashion show yang sudah berjalan empat tahun berturut-turut ini di buka dengan koleksi Spring/Summer 2017 Daily Essentials. Pakaian ready to wear yang terinspirasi dari gaya daily streetwear ini terdiri dari blouse, kemeja, serta outer yang terbuat dari bahan katun yang nyaman bila digunakan sehari-hari. Warna yang digunakan untuk pakaian yang bisa kamu pakai sehari-hari seperti warna lilac, dusty pink, olive green dan light blue yang dipadupadankan dengan pattern Ria Miranda.



Kemudian koleksi tema yang kedua yaitu Principia, untuk koleksinya kali ini, Ria terinspirasi sebuah judul buku karya Sir Isaac Newton yang membahas mengenai gravitasi yaitu, Philoshopiae Naturalis dan Principia Mathematica. Pesan yang ingin disampaikan melalui koleksi principia ini adalah agar kita sebagai manusia lebih memperhatikan kembali kondisi alam saat ini dan memperlihatkan hubungan antara manusia dengan alam. Ini mengingat bahwa bumi memiliki magnet yang sangat kuat untuk menggoda manusia agar bisa menguasainya.

Motif yang digunakan didominasi pattern topografi bumi dan iconic pattern dengan pengembangan baru yang terinspirasi dari ukiran kayu anak tangga klasik. Danau Kelimutu dan Nusa Tenggara Timur menjadi inspirasi warna pada koleksinya kali ini. Koleksi ini dipadukan dengan warna–warna earth tone seperti sky blue, blue ocean, maroon dan soft brown yang dikombinasikan dengan warna cerah seperti pink salmon, peach, serta mustard yellow.



Koleksi ketiga Ria Miranda bertema Mind. Koleksi terbaru yang diluncurkannya ini khusus untuk pakaian para pria. Koleksi ini terinspirasi dari baju-baju tradisional Jawa seperti beskap dan surjan. Namun, tetap dengan looks yang lebih modern dan sesuai dengan tren. Warna yang digunakan pada koleksi ini sendiri adalah tone warna yang akan menjadi tren di tahun 2017 contohnya abu-abu, biru navy dan khakis. Dengan cutting yang simpel dan clean looks, koleksi ini menggunakan bahan - bahan kaku seperti linen dan twill.

"Sebenarnya inspirasinya datang dari sang suami yang selalu menggunakan pakaian kantor bergaya basic. Lalu saya berpikir kenapa tidak saya buat koleksi untuk pria padahal permintaan dari customer sudah banyak. Koleksi kali ini memang menggambarkan suami yang seorang papa muda namun ingin tetap stylish," ujar Ria.



Dejavu menjadi koleksi ke empat pada fashion show tersebut. Dejavu dengan motif Minang Heritage yang pertama kali ditampilkan pada Jakarta Fashion Week 2013, Dejavu menjadi komitmen dan konsistensi seorang Ria untuk terus eksplorasi dengan kekayaan kain tradisional Indonesia, khususnya yang berasal dari Sumatra Barat. Pemilihan warna untuk koleksi Dejavu sangat berbeda dan fresh dengan penggabungan beberapa warna baru. Ini juga menciptakan nuansa dan image tersendiri bagi yang memakainya. Merke akan terlihat lebih elegant dan bersahaja.

Dominasi warna-warna earth tone, seperti olive green, soft brown, grey, silver blue, magenta purple, redwood yang dikombinasikan dengan warna-warna cerah seperti pink, mustard yellow, salmon coral dan pistachio green menjadikan koleksi Ria kali ini semakin mengesankan. Tapi garis tangan yang membentuk kotak – kotak kecil namun dibuat senada dengan bentuk motif songket yang penuh improvisasi agar terlihat modern, justru terlihat belum begitu sempurna dan kerapihan peletakan motifnya belum maksimal. Ternyata, hal tersebut memang disengaja untuk memberikan informasi bahwa it’s okay to be not perfect, just enjoy and wear it. Koleksi busana yang pertama kali diluncurkan langsung di Padang ini juga di dominasi oleh siluet yang lurus seperti baju kurung yang dibuat lebih modern dan sederhana menggambarkan sosok wanita Indonesia yang sesungguhnya, sehingga dapat dipakai oleh semua kalangan wanita.

Selanjutnya fashion show ditutup dengan koleksi yang kelima, Florette. Khusus untuk koleksi ini Ria berkolaborasi dengan seorang ilustrator muda, Cempaka Surakusumah. Kata Florette dkatakan diambil dari bahasa Perancis yang berarti bunga. Motif bunga pada koleksinya Ria Miranda ini sebagai simbol sebuah doa untuk seseorang yang sudah tidak lagi bersama dengan kita. Menggambarkan simbol vertical relationship. Well, buat kamu yang ingin tampil anggun, keren dan bersahaja, jangan lupa untuk koleksi busana Ria Miranda. Semoga, informasi ini bermanfaat.

(vem/asp/mim)
What's On Fimela