Dear Someone, Maafkan Aku Yang Telah Melepasmu Sebagai Kenangan

Fimela diperbarui 01 Feb 2017, 12:45 WIB

Penyesalan selalu datang belakangan. Dia yang pernah menawarkan masa depannya ternyata hanya bisa menjadi sepenggal kenangan. Seperti kisah salah satu sahabat Vemale bernama L. N.  Surat cinta ini adalah salah satu surat yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis Surat Cinta Vemale.com.

***

Dear My Enemy,

 

Aku bersalah. Aku pernah menyayangimu dengan sebuah kesalahan, selalu menjawab keingintahuanmu dengan kedustaan. Andai kamu tahu, aku adalah wanita yang rumit, terlalu sulit untuk dimengerti, yang tidak dengan mudah mengatakan aku mencintaimu, meskipun itulah kenyataannya. Kebodohanku untuk menyangkal setiap pernyataanmu dengan kebohonganku.

Kamu tahu, ada banyak hal yang tidak kamu ketahui dariku. Saat kukatakan aku tidak membutuhkanmu dan banyak lelaki lain yang menginginkanku, ketahuilah, aku sangat membutuhkanmu dan aku tidak membutuhkan yang lain. Ketika aku memarahimu dengan kerasnya, maafkanlah, itu karena aku ingin kamu datang memelukku dan meyakinkanku bahwa kamu selalu ada untukku.

Kamu pasti tahu apa kesalahan terbesarku, egois.

Bermain dengan kata yang tidak seharusnya berulang kali aku ucapkan. Sungguh, aku tidak benar-benar ingin mengakhirinya, percayalah, aku tidak akan pernah menginginkan itu. Faktanya, aku hanya tidak sanggup jika suatu hari keadaan membuatku tidak dapat meraihmu.

Andai kamu tahu, sejak kejadian itu, setiap aku mengingatmu, air mataku tidak pernah berhenti jatuh, menangisi setiap penyesalanku. Kamu janjikan sepenuh hatimu untukku dan aku percaya itu lebih dari kamu percaya hatiku hanya untukmu. Aku selalu merasa kamu akan mempercayai cintaku dan memaafkanku, tetapi aku tahu aku tidaklah selalu benar.

Percayakah kamu karma itu memang ada?

Tiga tahun berlalu, mengapa tetap namamu yang terus membuat hatiku sakit, sakit karena telah melewatkan seseorang yang terlalu berharga untuk menjadi kenangan. Aku percaya dengan memikirkan setiap kesalahanmu akan membuatku berhenti mengingatmu dan mengharapkanmu. Hingga setelah kusadari, kamu tidaklah lagi sama, kamu telah jauh pergi dari hidupku, menjauh dan semakin jauh. Kini kebahagiaanmu bukan lagi aku, dan itu sungguh terlalu cukup untuk membuatku menerima karma bahwa orang lain telah menggantikan tempatku di hatimu.

Telah aku tekankan pada otakku, bahwa kini, aku bukan lagi bagian dari hidupmu, aku telah menyakitimu, aku telah kehilanganmu, aku bukanlah pilihan hatimu, aku hanyalah orang biasa yang akan kamu abaikan saat bertemu, aku hanyalah seseorang yang bukan lagi prioritasmu dan justru membebanimu. Kamu tahu, ketika ketakutanku itu justru terwujud karena kekhilafanku, aku tidak bisa menginginkan semua kembali seperti dulu. Kamu adalah bagian dari hati dan kenangan terbaikku yang mustahil untuk kudapatkan kembali. Tetapi lagi-lagi cinta itu terlampau sulit untuk kuabaikan dan terlalu sakit untuk kulenyapkan.

Kini kenyataan telah menamparku, kusadari bahwa ketulusan, kejujuran dan kepercayaan lah yang cinta butuhkan. Munafik jika aku berkata kamu tidak lagi kuinginkan dan tidakkah aku terlalu percaya diri jika kamu akan mempercayaiku lagi, bahwa aku telah berubah dan aku bersumpah jika kesempatan kedua akan memperbaikinya.

Terlalu naif untuk berpikir kamu tidak bisa hidup tanpaku. Dan kudapati akulah yang tidak bisa hidup tanpamu. Mari kita lihat, bagaimana takdir akan mempermainkan kita, memisahkan atau kembali menyatukan.

Your Best Enemy

 

(vem/yel)
What's On Fimela