Pramugari Ini Selamatkan Gadis di Pesawat karena Melihat Keanehan

Fimela diperbarui 08 Feb 2017, 10:30 WIB

Pramugari yang satu ini bisa dibilang seorang malaikat. Berkat insting dan kepekaannya, ia berhasil menyelamatkan seorang gadis yang jadi penumpang pesawat Alaska Airlines pada tahun 2011 lalu. Selengkapnya, mari kita ikuti kisah pramugari cantik bernama Shelia Frederick ini.

"Ada yang mengusik pikiranku kalau ada sesuatu yang tidak beres," ujar Shelia seperti yang dikutip oleh wtsp.com. Ia memaparkan saat itu ada seorang gadis duduk di belakang yang tak mau menatap apalagi menjawab pertanyaannya. Sementara seorang pria yang duduk di samping gadis itu yang menjawab semuanya.

"Pria itu berpenampilan rapi, itu yang membuatku curiga, kenapa pria itu rapi tapi gadis itu kusut dan acak-acakan," jelas Shelia. Mengikuti instingnya, Shelia kemudian membisiki gadis tersebut untuk pergi ke kamar mandi. Di cermin dalam kamar mandi tersebut, Shelia menempelkan kertas catatan. Tak lama kemudian, Shelia mendapatkan jawabannya. "Dia menulis di kertas catatan itu kalau dia butuh bantuan," papar Shelia.



Shelia bertindak cepat. Ia memberitahu pilot yang kemudian menghubungi polisi. Gadis tersebut disinyalir adalah korban perdagangan manusia (human trafficking). Pramugari yang sudah berpengalaman 10 tahun tersebut berhasil menyelamatkan gadis tersebut.

Saat ini, penting bagi para pramugari untuk dilatih cara mengenali tanda-tanda perdagangan manusia. Tanda-tanda seperti ada orang yang mengontrol semua, orang yang mengalami memar, atau orang yang tak mau menjawab pertanyaan atau kontak mata. "Kalau kalian melihat sesuatu, katakan sesuatu," ungkap Shelia.

Sementara itu, Florida Department of Children and Families (DCF) mengungkapkan bahwa Florida menerima 1.892 laporan perdagangan manusia. Jumlah laporan itu meningkat 54 persen dari tahun sebelumnya. Pihak DCF mengkategorikan perdagangan manusia jadi tiga kategori: eksploitasi seksual oleh orang asing, seperti klub dewasa dan jasa wanita penghibur; eksploitasi seksual oleh orang tua atau wali; dan penyelundupan tenaga kerja.

Setelah Shelia menyelamatkan gadis tersebut, ia masih melakukan kontak beberapa kali di beberapa tahun belakangan ini. "Aku menuliskan nomor teleponku di kertas catatan yang kutinggalkan saat itu dan aku menduga ia menghafalnya, jadi beberapa minggu kemudian, dia meneleponku," ujar Shelia. Shelia mengatakan kalau gadis tersebut kini sudah kuliah. Semoga ke depannya gadis yang sudah diselamatkan Shelia ini bisa memiliki masa depan yang lebih cerah, ya.




(vem/nda)