Rindu Kebersamaan dengan Anak, yang Dilakukan Ayah Ini Bikin Haru

Fimela Editor diperbarui 29 Jul 2021, 18:22 WIB

Bisa dekat dengan buah hati dan menjadi sahabat terbaik mereka adalah kebahagiaan terbesar yang tak bisa diungkapkan oleh kata-kata. Kedekatan inilah yang akhirnya bisa menumbuhkan rasa cinta dari orang tua kepada anak atau sebaliknya. Cinta yang tulus sebagai cinta sebuah keluarga.

Biasanya, orang tua akan menjadi dekat dengan buah hati saat buah hati masih anak-anak. Dan seiring dengan pertambahan usianya, seiring dengan hari yang terus berjalan, anak-anak yang terus tumbuh dewasa bisa saja menjadi terasa lebih jauh dari orang tua.

Kesibukan anak yang semakin padat di sekolah, di universitas, di tempat kerja hingga kesibukannya bersama teman-teman barunya, tidak jarang hal ini membuat mereka terasa jauh bahkan lupa dengan orang tua. Dan situasi inilah yang beberapa waktu lalu dirasakan oleh seorang ayah di China. Karena kesibukan anak, juga jarak antara mereka yang semakin jauh, ayah ini mengeluhkan bahwa ia tak pernah lagi bisa bicara dan bergurau bersama dengan sang anak.

Dikutip dari laman telegraph.co.uk, akun sosial media sang ayah bahkan telah diblokir oleh anak. Setiap pria ini menelpon sang anak yang diketahui bernama Guan Shaochen dan sedang kuliah di Normal University, anak tersebut selalu menolak panggilan teleponnya. Saat pulang ke rumah di waktu liburan, pria tersebut mengatakan bahwa Shaochen lebih suka menghabiskan waktunya buat menonton TV, bermain game dan menatap layar gadget.

Apa yang dilakukan Shaochen telah membuat pria tersebut sangat sedih. Sang istri pun juga mengaku merasakan kesedihan yang sama. Saking sedihnya, ia pun memutuskan untuk membayar satu halaman penuh kolom iklan di koran lokal dan menceritakan bagaimana dia dan sang anak hidup bahagia, saling berdebat, saling menasehati dan bersenda gurau sebelumnya. Di koran tersebut, pria paruh baya tersebut meminta sang anak untuk kembali bersikap seperti dulu.

Pria tersebut sangat rindu terhadap moment di mana ia dan Shaochen bisa bersenda gurau dan bercerita bersama. Pria bermarga Guan tersebut mengatakan,

"Ketika aku mendekatimu, kamu menjauh dariku. Tidak tahukah kamu nak, kami sangat rindu moment di mana kita bisa saling bercerita dan dekat seperti dulu. Air mata kami selalu menetes ketika mendapati kamu lebih banyak diam, menatap layar komputer, layar gadget atau duduk di sofa dan menonton TV."

"Kamu telah berubah nak. Jika kami memiliki salah padamu, maafkan kami. Kamu telah berubah, kamu telah mengabaikan ayah dan ibumu. Jangankan bicara, menatap mata kami rasanya kamu tak pernah lagi melakukannya. Jadilah seperti dulu nak. Ayah merindukanmu. Ayah ingin kita menjadi teman seperti dulu lagi. Ayah ingin agar kita tak pernah seperti ini lagi. Ayah dan ibu sangat menyayangimu nak."

Surat di koran ini nampaknya telah membuat mata dan hati semua orang terbuka. Apa yang diinginkan Guan kepada sang anak setidaknya telah membuat semua anak di dunia khususnya di China tersentuh dan menyadari bahwa sangat penting untuk menjaga kebahagiaan serta perasaan orang tua. Ladies, kita semua tentu berharap bahwa Shaochen kembali menjadi anak yang menyenangkan untuk sang ayah dan ibu juga keluarganya meski usianya telah semakin dewasa dan kesibukannya semakin padat.

Semoga pula, kita semua bisa selalu menjadi anak yang menyayangi, mencintai serta menebar kebahagiaan tulus buat orang tua di rumah. Sesibuk dan sejauh apapun kita dari orang tua, jangan pernah lupa untuk senantiasa berkomunikasi dan menyempatkan waktu untuk menjenguknya

(vem/mim)