Alami Kekerasan Parah, Kini Aku Nikahi Orang Yang Menyelamatkanku

Fimela diperbarui 11 Apr 2017, 13:50 WIB

Menjalani hubungan cinta seharusnya bahagia, namun yang dialami Melissa Dohme mungkin bukan jenis hubungan cinta yang diinginkan setiap wanita. Januari 2012 lalu, ia harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka tusukan sebanyak 32 kali pada wajah, leher, lengan serta bahunya.

Kekerasan ini dilakukan oleh pacarnya, Robert Lee Burton Jr., di rumahnya. Dua orang yang mengetahui hal ini pun melaporkan ke polisi. Namun Melissa tak pernah tahu bahwa dari kejadian mengerikan inilah ia justru menemukan jodohnya.

Salah satu paramedis yang menanganinya, Cameron Hill, mencoba sebisa mungkin menyelamatkan Melissa setelah ia tak sadarkan diri dan hampir meninggal. Setelah itu, mereka tak lagi bertemu, hingga dua bulan kemudian, mereka bertemu lagi tanpa sengaja saat makan siang.

Kedekatan keduanya membuat mereka memutuskan untuk pacaran. Melissa masih harus menjalani beberapa kali operasi rekonstruksi wajah karena kejadian itu. Setelah kejadian yang menimpa Melissa, Cameron memutuskan kuliah lagi dan menjadi pengacara untuk para korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan membantu organisasi yang menangani hal ini.

Saat acara pembukaan organisasi di sebuah lapangan baseball, Melissa diminta melemparkan bola pertama sebagai tanda pembukaan acara. Saat itulah Cameron datang dengan membawa cincin dan bertanya "Maukah kau menikah denganku?". Betapa terkejut Melissa karena tak menyangka kekasihnya itu akan melamarnya.

Awal bulan Maret tahun 2017 ini, mereka meresmikan pernikahan. Melissa menikahi paramedis yang menyelamatkan nyawanya dengan dihadiri teman-teman serta keluarga dekat. Tak lupa mereka juga mengundang orang-orang yang dulu melaporkan ke polisi dan melarikannya ke rumah sakit.

"Aku tak ingin mengalami hal mengerikan yang sama lagi, namun semua itu mampu menguatkanku dan menjadikanku seperti diriku sekarang ."

Ia yakin Tuhan menyelamatkannya malam itu bukan tanpa alasan, ia ingin menyelamatkan korban-korban KDRT lainnya, dan tanpa kejadian itu, ia juga tak akan menemukan Cameron sebagai belahan jiwanya.

(vem/feb)