Hati-Hati, Toxic Relationship Pun Bisa Terjadi di Tempat Kerja

Fimela diperbarui 23 Nov 2017, 14:00 WIB

Apa yang kamu harapkan dari tempat kamu bekerja selain gaji yang melimpah? Hampir 75% orang menjawab lingkungan yang nyaman menjadi alasan seseorang untuk bertahan di tempat kerja. Perlu kamu sadari, saat kamu bekerja kehidupanmu pun berubah menjadi 80% berada di kantor. Maka lingkungan yang nyaman pun menjadi prioritas utama dalam memilih pekerjaan.

Namun tahukah kamu jika di lingkungan kerja pun dapat terjadi toxic relationship, hubungan yang tidak sehat sesama pekerja. Jika sudah mengalami toxic relationship, energi kamu akan terkuras , kebahagiaan dan yang paling parah dapat mempengaruhi produktivitas di tempat kerja.

Dalam sebuah studi baru dari Universitas Georgetown, seperti yang dilansir dalam weforum.org, menyebutkan jika 98% orang dilaporkan mengalami toxic relationship di tempat kerjanya. Toxic relationship, ini akan mempengaruhi 9 hal yaitu:

  1. 80% kehilangan waktu kerja karena mengkhawatirkan kejadian tersebut.
  2. 78% mengatakan bahwa komitmen mereka terhadap organisasi menurun.
  3. 66% mengatakan bahwa kinerjanya menurun.
  4. 63% kehilangan waktu kerja untuk menghindari pelaku.
  5. 47% sengaja menurunkan waktu yang dihabiskan di tempat kerja.
  6. 38% sengaja menurunkan kualitas pekerjaan mereka.
  7. 25% mengaku frustrasi.
  8. 12% mengatakan bahwa mereka meninggalkan pekerjaan mereka karena itu.
  9. 48% sengaja menurunkan usaha kerja mereka.

Mengingat berbahayanya toxic relationship , maka menjaga lingkungan kerja nyaman dan menyenangkan perlu kamu lakukan. Berkoordinasi, terbuka dan kompak dengan rekan kerja lain untuk mengatasi masalah ini perlu kamu lakukan. Pastikan keadaan berjalan dengan baik.

Jika memang ada masalah sampaikan dengan segera, jangan membiasakan diri untuk memendam masalah. Sifat tertutup dan menghindar justru membuat keadaan semakin buruk. Well, semoga informasi ini bermanfaat.

(vem/apl)