Demi Keselamatan Ibu, yang Dilakukan Anak Penderita Tumor Ini Bikin Haru

Fimela diperbarui 23 Des 2017, 11:00 WIB

Usianya saat itu masih lima tahun ketika dokter mendiagnosa anak bernama Chen Xiaotian (7) dengan penyakit mematikan tumor otak. Sedih, takut dan khawatir pasti dirasakan olehnya juga keluarga terutama sang ibu. Di usia yang masih sangat belia, anak laki-laki ini harus berjuang melawan penyakit yang begitu mematikan dan mengancam nyawanya kapan saja.

Kesedihan yang ada di keluarganya nampaknya tak hanya sampai di sini saja. Dilansir dari laman viral4real.com, beberapa bulan setelah dokter mendiagnosa Chen dengan tumor otak, sang ibu yakni Zhou Lu (34) juga didiagnosa penyakit yang tak kalah mematikan. Zhou menderita gagal ginjal.



Baik Chen maupun Zhou, keduanya harus bolak balik masuk rumah sakit untuk berobat. Hari ke hari, bulan ke bulan hingga tahun ke tahun, kondisi keduanya semakin buruk. Mengenai tumor di otak Chen, penyakit itu bahkan telah menyebar ke bagian tubuhnya yang lain. Chen juga mengalami kebutaan total karena penyakit yang dideritanya.

Merasa ia tak kuat melawan penyakitnya dan tak ingin sang ibu meninggal karena ginjal. Dua tahun setelah melawan penyakitnya yang tak kunjung sembuh, Chen mengatakan kepada ibunya bahwa ia ingin meninggal saja. Tapi, sebelum meninggal ia sangat ingin menyelamatkan nyawa ibunya.



"Aku ingin menyelamatkan nyawamu ibu. Aku menyayangimu," ungkap Chen kepada Zhou. Mendengar keinginan buah hatinya, tentu hal ini membuat hari Zhou sebagai seorang ibu begitu rapuh. Meski ia membutuhkan ginjal dari orang lain, sangat sulit menerima kenyataan bahwa ia mendapat ginjal anaknya sendiri.

Nenek Chen yakni Lu Yuanxiu (57) mengatakan, "Para dokter mengatakan pada saya cucu saya tidak akan bertahan. Tapi dia akan tetap ada buat kami dengan menyelamatkan nyawa ibunya dan menyelamatkan dua nyawa lainnya. Saya mendiskusikannya dengan Zhou tentang masalah ini. Dia selalu menolaknya karena ini berat buatnya."



Tapi Chen akhirnya bisa meyakinkan ibunya bahwa menyumbangkan sebagian organ tubuhnya akan membuatnya bahagia dan berharga. Setelah kematiannya di tanggal 2 April lalu, organ ginjal Chen disumbangkan ke ibunya. Organ hatinya ke seorang pasien pria berusia 27 tahun dan satu ginjalnya yang lain untuk seorang pasien gadis berusia 21 tahun.

Juru bicara di rumah sakit Yi Tai, rumah sakit di mana Chen dirawat mengatakan jika apa yang dilakukan Chen sangat menyentuh. Tiga operasi transplantasi yang dilakukan juga berjalan dengan lancar. Kepergian Chen telah menyelamatkan tiga nyawa lain termasuk nyawa ibunya. Selamat jalan Chen, berbahagialah kini kamu di tempatmu yang baru.



(vem/mim)
What's On Fimela