Apa Sajakah Peran Doula dan Manfaatnya untuk Ibu Hamil? Ini Penjelasannya

Fimela diperbarui 11 Jan 2018, 11:15 WIB

Banyak wanita yang merasakan kepanikan ketika melakukan persalinan. Padahal, saat melahirkan seorang ibu harus bisa mendapat rasa dan suasana nyaman agar tidak merasa sakit ketika melahirkan.

Inilah mengapa peran doula begitu dibutuhkan agar ibu selalu merasa aman dan nyaman. Namun, apakah ibu tahu apa itu doula? Nah doula ialah seorang profesional yang terlatih dalam proses persalinan dan memberikan dukungan terus menerus untuk ibu sebelum, selama, dan setelah kelahiran.

Dyah Pratitasari selaku Prenatal/Postpartum Yoga Teacher, Birth Doula & Breastfeeding Counsellor, menjelaskan seorang doula tidak bisa hanya datang tiba-tiba saat melahirkan. Karena sifatnya seperti teman, jadi seorang doula harus membuat si ibu nyaman, harus tahu  apa yang dibutuhkan, bagaimana proses persalinannya, karena setiap ibu memiliki birth plan persalinan berbeda antara satu dengan yang lainnya.

“Untuk itu saya membatasi empat klien dalam satu bulan. Saya sendiri berharap untuk doula itu ibu sudah menghubungi jauh-jauh hari sebelum melahirkan, kurang lebih masuk trimester tiga atau 32weeks,” ujar Prita, sapaan akrab Dyah, saat ditemui Vemale.com.

Menurut Prita, dari situlah biasanya akan bertemu dahulu. Apakah dari pertemuan tersebut, sang ibu nyaman dengan doulanya. Jika sudah nyaman barulah masuk ke pertemuan prenatal.

“Ini sifatnya memfasilitasi harapan dan kekhawatiran si ibu dan suaminya. Si ibu punya gambaran apa tentang melahirkan, menyamakan persepsi dulu, kemudian harapannya seperti apa, kondisi kehamilannya seperti apa. Nah itu yang akan rumuskan dalam pertemuan prenatal,” tambahnya.

Setelah itu lanjut ke kelas persiapan persalinan. Karena proses persalinan itu bisa dibilang seperti maraton, untuk bisa berangkat dengan persepsi yang sama, sekaligus juga bekerjasama sebagai satu tim, dan bagi tugas juga. Sebab biasanya doula datang difase aktif yakni bukaan tiga ke atas. Sementara bukaan 1-3 si ibu akan lebih banyak di rumah.



Jadi kita akan belajar, apa yang harus dilakukan saat si ibu memasuki fase persalinan. Apa yang harus dilakukan, teknik apa aja yang bisa dilakukan supaya ibunya tetep nyaman selama proses tadi. Jadi sudah ada route map-nya atau gambaran apa yang nanti kira-kira akan kita kerjakan.

“Seiring dengan kehamilan yang lebih besar, biasanya akan di-share ke saya sebagai doulanya ada perkembangan apa. Kadang saya berkomunikasi juga dengan dokter kandungan. Biasanya kalau ada PR dari dokter, misalnya kita optimalisasi posisi janin, atau melakukan latihan-latihan yang sekiranya bermanfaat untuk mengoptimalkan posisi janin,” ujarnya.

Doula juga tentu saja merumuskan birth plan sesuai dengan harapan si ibu dan pasangannya terkait kondisi masing-masing. Sampai akhirnya proses melahirkan terlewati, doula akan ada sampai dua jam setelah melahirkan.

Kenapa dua jam? Menurut Prita itu karena biasanya akan ada masa observasi selama menunggu ibunya stabil. Selama dua jam pasca bayi lahir tugas doula adalah biasanya mendokumentasikan jika memungkinkan.

“Dokter juga udah pergi, susternya juga sedang mengurus hal-hal lain, suami sedang mengurus administrasi. Nah di situ peran saya nemenin, mengetahui apa yang perlu disiapkan untuk ibu,” paparnya.

Untuk pertemuan bersama doula sendiri, Prita menjelaskan biasanya 1-2 kali pertemuan prenatal atau sebelum persalinan. Jika ditotal 2-3 pertemuan. Kalau untuk pendampingan saat persalinan, jika sesuai buku pembukaan 4-10 selama enam jam atau maksimal 12 jam. Tapi saat praktiknya biasanya paling cepat 3 jam, dan paling lama 4 jam.

“Biasanya 3 hari itu saya tidak pulang. Padahal susternya saja sudah ganti shift, namun saya ganti baju saja belum. Inilah yang membedakan antara suster dan doula. Tapi beberapa kali ada backup seperti temen, tapi bicara rumah sakit SOP persalinan cuma satu pendamping atau dua, biasanya saya ditemenin bareng suami, tapi jika ada backup saya biasanya mandi, pulang ke rumah. Sampai gantian tidur di sofa, karena kontraksi nggak berhenti,” ujarnya.

Untuk kisaran harga sendiri, Prita mengungkapkan pendampingan doula sejak 32 week, 36 week, dan sampai bayi lahir termasuk pertemuan prenatal berkisar Rp3 juta.

(vem/asp/nda)