Berjumpa Saat Sama-Sama Baru Putus Cinta, Menikah Tak Lama Kemudian

Fimela diperbarui 01 Feb 2018, 14:30 WIB

Cara jodoh bekerja memang bisa begitu misterius dan di luar dugaan. Seperti kisah yang satu ini. Siti Saniah bertemu dengan jodohnya saat sama-sama baru mengalami putus cinta. Bahkan pertemuan mereka berawal dengan cara yang cukup unik.

Pada tahun 1997, seperti yang dilansir dari stomp.straitstimes.com, Siti yang baru batal bertunangan mendapat saran dari sahabatnya Sabrina untuk memanfaatkan teletext agar bisa dapat kenalan baru. Dulu saat belum ada aplikasi kencan online, platform teletext ini bisa digunakan untuk mencari kenalan baru.

Siti kemudian menemukan iklan dari seorang pria bernama Atbari Khamis. "Pria Malaysia berusia 28 tahun yang baru putus cinta. Tinggi 178 cm. Mencari teman baru," begitu kira-kira yang ditulis Atbari. Dia pun mencantumkan nomor pager-nya di iklan tersebut.



Siti yang saat itu berusia 21 tahun mencatat nomor pager Atbari tapi baru seminggu kemudian dia berani mencoba menghubunginya. Kurang dari 15 menit kemudian, Siti mendapat balasan. Meski awalnya Siti merasa aneh ngobrol dengan orang asing via telepon tapi dia merasa nyaman. "Dia terdengar dewasa melalui suaranya dan ingin bertemu keesokan harinya," kenang Siti.



Setelah melakukan sejumlah pertimbangan, Siti dan Atbari memutuskan untuk bertemu. Mereka bertemu di sebuah kedai kopi dekat rumah Siti tanggal 23 Februari 1997. Saat itu Siti sempat bersembunyi sebelum memutuskan untuk keluar dan menjumpai Atbari yang sudah menunggu dan memesan dua cangkir kopi.



Siti dan Atbari sama-sama baru mengalami patah hati. Keduanya pun saling bertukar cerita dan menghibur. Pertemuan pertama itu pun cukup berkesan. Mereka mengobrol selama 2 jam.

"Kami mengakhiri kencan kami setelah dia memberiku kaset berisi lagu cinta dan berkata dengan yakin bahwa lagu-lagu itu akan menyembuhkan patah hatiku, seperti yang sudah dibuktikannya," papar Siti.



Seiring waktu berjalan, keduanya makin dekat. Bahkan memiliki banyak kesamaan sehingga makin mantaplah kalau mereka berjodoh.

Bulan Juni 1998, mereka bertunangan. Lalu sah menjadi suami istri pada tanggal 12 Desember 1998. "Dari yang awalnya sama-sama orang asing, kami jadi teman dan akhirnya membawa kami pada tujuan akhir kami: kehidupan pernikahan."



Pernikahan mereka pun dianugerahi lima orang anak. Sampai sekarang pernikahan mereka tetap harmonis. "Kami telah melewati suka dan duka kami bersama tapi masih ada lebih banyak tantangan lagi ke depannya," ungkap Siti.



Mengenang awal pertemuannya, Siti merasa yang terjadi itu adalah keajaiban. Sama-sama baru putus cinta, bertemu orang baru dan saling menyembuhkan, tak lama kemudian jadi dekat, lalu menikah. Kalau sudah jodoh memang tak kemana, ya ladies.

"Dia mungkin bukan cinta pertamaku dan dia akan menjadi cinta yang terakhir dan satu-satunya di hidupku. Aku ingin hidup samapai bersamanya dan menyimpan semua kenangan indah ini. Aku sungguh-sungguh mencintai belahan jiwaku sampai akhir hidupku," kata-kata Siti ini sungguh begitu manis.

(vem/nda)
What's On Fimela