Bukti Studi: Kerja Shift Malam Bagi Wanita, Tingkatkan Risiko Kanker!

Fimela diperbarui 05 Feb 2018, 15:00 WIB

Secara umum, pagi hingga sore hari adalah waktu produktif tubuh, sedangkan malam adalah jadwalnya untuk tubuh tidur dan beristirahat. Namun beberapa profesi mengharuskan wanita bisa bekerja di malam hari, alias mengambil pekerjaan shift malam, seperti dokter dan perawat.

Hal ini tak mudah bagi para wanita, belum lagi ternyata kebiasaan kerja shift malam juga menyimpan risiko kesehatan, yaitu memicu kanker. Penelitian dari American Association for Cancer Research (AACR), mengungkapkan bahwa wanita yang bekerja shift malam memiliki 19% risiko lebih tinggi terserang kanker. Kanker yang paling rentan adalah kanker payudara, kanker paru-paru, kulit dan gastrointestinal dibanding wanita yang tidak bekerja shift malam.

Di dalam penelitian juga menyebutkan bahwa profesi perawat menjadi yang paling besar risikonya terkena kanker payudara karena lebih sering mendapatkan jam kerja jaga malam hari. Perawat yang bekerja shift malam punya 58% lebih mengembangkan kanker payudara, 35% lebih mengembangkan kanker gastrointestinal dan sebanyak 28% kanker paru-paru.

Peneliti, Xuelei Ma, PhD, ahli onkologi Sichuan University, menyebutkan "Dengan mengintegrasikan secara sistematis dari data sebelumnya, kami menemukan bahwa kerja shift malam dikaitkan secara positif dengan beberapa kanker umum pada wanita. Hasil penelitian ini menunjukkan perlunya program perlindungan kesehatan bagi pekerja shift malam wanita jangka panjang."

Karena malam hari adalah waktu utama untuk istirahat, di mana tubuh akan meregenerasi sel-sel sehingga tetap bisa bekerja optimal esok harinya, kurang tidur di malam hari menyebabkan banyak ketidakseimbangan hormon dan metabolisme sehingga memicu lebih banyak penyakit, salah satunya adalah kanker. Jadi, jika kemungkinan bisa mengganti shift kerja, akan lebih baik tidak bekerja malam hari ya ladies.

(vem/feb)
What's On Fimela