Waspadai 5 Dampak yang Terjadi Pada Kulit Jika Menggunakan Kosmetik Ilegal

Fimela diperbarui 05 Apr 2018, 11:10 WIB
Ladies, kita tahu bahwa perempuan tidak bisa lepas dari makeup. Bayangkan saja, dari kita bangun tidur, hingga menjalankan aktivitas, wajah kita terpapar kosmetik. 
 
Nah, seringnya menggunakan alat percantik diri tersebut membuat kita harus lebih berhati-hati dalam memilih kosmetik yang beredar di pasaran. Sebab, banyak kosmetik ilegal yang disita oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhir-akhir ini, hal ini pertanda bahwa kosmetik ilegal sudah sempat beredar dan digunakan oleh masyarakat.
 
Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin dari ZAP, dr. Anestesia Tania, SpKK, kosmetik yang ilegal berarti belum diuji oleh BPOM, dan tidak bisa kita ketahui apakah kandungannya aman bagi kulit atau tidak. Dalam beberapa kasus, kandungan berbahaya dari kosmetik ilegal malah membuat kulit iritasi, menimbulkan jerawat, bahkan bisa menyebabkan kanker.
 
“Kosmetik ilegal itu berbahaya untuk kulit karena pembeli tidak bisa tahu kandungan sebenarnya dari produk itu. Karena produk ini tidak terdaftar BPOM, jadi kita tidak bisa tahu apa benar mengandung bahan yang aman, dan apakah kadar dari bahan-bahan itu tidak berbahaya buat kulit. Bisa jadi kandungan bahan pada kosmetik sudah berbahaya untuk kulit, kadarnya melebihi batas aman pula. Akibatnya kulit penggunanya bertambah parah”, ujar dr. Anestesia Tania, SpKK di Jakarta, seperti rilis yang diterima redaksi Vemale.com. 
 
Menurut dr. Anestesia Tania, SpKK dari ZAP Beauty Clinic, ada beberapa bahan yang berbahaya buat kulit yang bisa jadi terkandung dalam kosmetik ilegal demi menekan biaya produksi supaya bisa dijual dengan murah. Bahan-bahan berbahaya ini bisa menimbulkan bermacam-macam dampak negatif pada kulit misalnya:
 
1. Merkuri, biasa terkandung pada krim dan bedak ilegal. Merkuri mengandung logam berbahaya yang bisa menyebabkan alergi atau iritasi pada kulit dan flek hitam yang sulit hilang.
2. Timbal, biasa terkandung dalam pada produk kosmetik ilegal untuk mata dan bibir. Juga mengandung logam berbahaya yang bisa menyebabkan kanker kulit.
3. Arsen, biasa terkandung pada bedak dan lipstik ilegal. Arsen juga mengandung racun yang bisa menyebabkan kanker kulit.
4. Rhabdomin, zat pewarna yang biasa terkandung pada lipstik ilegal. Juga berpotensi menyebabkan kanker pada kulit bibir.
5. Silicon, asam lemak (isopropopil isostearate) coconut oil & lanolin. Keempat bahan ini bersifat komedogenik, atau menyumbat pori-pori kulit. Kalau memakai kosmetik yang terlalu banyak mengandung bahan ini, wajah akan timbul jerawat karena pori-pori yang tersumbat.
 
 
dr. Anestesia, mengatakan kosmetik yang aman ialah telah diuji dengan teliti. Selain dari bahan yang terkandung dalam kosmetik, aman tidaknya produk kosmetik bagi kulit ditentukan dari pengujian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan, atau BPOM. Sehingga kosmetik yang aman dan sudah terdaftar di BPOM, memang akan membutuhkan waktu untuk pengujian secara medis.
 
“Semua produk kosmetik yang dipersembahkan oleh ZAP, tidak boleh sembarangan. Selain harus sudah terdaftar di BPOM, semua produk kosmetik ZAP selalu melalui uji medis yang tidak sebentar. Ini komitmen ZAP untuk memastikan tidak ada produk kami yang kemudian hari bisa merusak kulit wajah wanita”, ujar Fadly Sahab - CEO ZAP Beauty Clinic.
 
ZAP Beauty Loose Powder misalnya, bedak tabur untuk wanita sudah terdaftar di BPOM, sehingga dipastikan kandungan bahan dan kadarnya aman bagi kulit wanita. Bentuk bedaknya yang tabur, lebih tidak berisiko menimbulkan jerawat ketimbang bedak padat yang dengan mudah menyumbat pori-pori kulit.
 
Bedak tabur varian Translucent, tidak mengandung pearl agent yang bisa membantu menyerap minyak dan tidak mengubah warna dasar make-up, foundation dan warna kulit.
 
So ladies, jangan hanya melihat produk tersebut murah saja. Tapi kamu juga harus memperhatikan kandungan yang ada di dalam produk kosmetik yang akan kamu beli ya. Cerdaslah dalam memilih produk yang kamu gunakan.
 
 
 
(vem/asp)
What's On Fimela