Virus HIV AIDS Pertama Kali Ditemukan Pada Seekor Simpanse

Anisha Saktian Putri diperbarui 01 Des 2018, 13:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Tempat tangga 1 Desember, diperingati Hari HIV/AIDS sedunia. Dilansir dari ListVerse, virus HIV AIDS sebenarnya ditemukan pertama kali pada seekor simpanse, yang dahulunya disebut menderita virus HIV-1.

Kemudian, virus yang sama, ditemukan pada seekor monyet namun diberi nama virus HIV-2. Virus HIV-1 adalah virus yang mematikan, dan entah sejak kapan tiba-tiba virus tersebut menjangkiti manusia. Diperkirakan, virus HIV pertama menyerang manusia pada tahun 1931. Namun pada saat itu virus HIV-1 menjadi lebih mudah terkendali dan melunak karena immune manusia lebih kuat. Sayangnya, virus tersebut kemudian berkembang dan bermutasi, sehingga menjadi virus mematikan dan menyerang immune tubuh.

Kasus HIV AIDS pertama pada manusia

Kasus HIV AIDS pertama dilaporkan terjadi di Kinshasha, di Kongo tahun 1959. Kemudian virus tersebut terbawa hingga ke Atlantika, dan menjangkiti seorang remaja bernama Robert Rayford, yang tinggal di Missouri, Amerika. Dokter percaya bahwa Rayford mungkin adalah seorang penjaja seks pria, yang kemudian meninggal diserang AIDS tahun 1969.

Kemudian pada tahun 1977, virus ini telah sampai di Eropa. Seorang pelaut bernama Arvid Noe adalah korban pertamanya. Virus AIDS kemudian menjadi virus yang dengan cepat tersebar dari benua satu ke benua lain. Dan diketahui penyebaran yang cepat dahulu disebabkan penggunaan kembali jarum suntik. Sehingga anak-anakpun menjadi korbannya, dan banyak yang meninggal dunia karenanya.

Berkamuflase

Virus HIV AIDS dianggap sebagai virus yang cerdas karena dapat berkamuflase di dalam tubuh dan berpura-pura menjadi nutrisi, sehingga tubuh telah tertipu. Begitu diijinkan masuk ke dalam tubuh, ia kemudian menyerang sistem immune dan merusaknya. Inilah sebabnya banyak orang yang tidak dapat bertahan lama setelah diserang virus ini.

What's On Fimela
2 dari 2 halaman

Riset dan penyembuhan

Hingga kini tak kunjung berhenti, pencarian atas obat HIV AIDS yang mengancam dunia. Beberapa kasus menarik tentangnya kemudian mulai bermunculan. Penelitian terbaru menunjukkan kabar baik, seperti kasus yang dialami oleh Timothy Brown yang menderita penyakit HIV AIDS. Suatu hari, ia juga didiagnosa menderita leukimia, dan dokter kemudian menyarankan untuk transplantasi tulang sumsum. Dokter menemukan donor yang gennya mengandung anti AIDS, dan kemudian secara ajaib Timothy sembuh dari jangkitan HIV.

Obat penyembuh HIV AIDS masih terus dicari hingga saat ini. Sehingga para penderita virus mematikan ini bisa ditolong dan disembuhkan.

Tag Terkait