Satu Tahun Meninggalnya Jupe: Para Wanita Makin Peduli Kanker Serviks

Fimela diperbarui 09 Jun 2018, 12:00 WIB

Tak terasa, satu tahun sudah Julia Perez meninggalkan kita semua. Pada tanggal 10 Juni 2017, Julia Perez harus meninggal karena penyakit kanker serviks yang ia derita. Sepeninggal Jupe, para wanita ternyata semakin berhati-hati dengan kesehatannya. Hal ini diungkapkan sendiri oleh adik Jupe yakni Nia Anggia.

Menurut Nia, Julia Perez pantas disebut sebagai salah satu orang yang membangkitkan kesadaran perempuan soal bahaya kanker serviks. Sebelum meninggal dunia, Jupe memang sudah aktif dalam kegiatan sosialisasi pencegahan kanker serviks semasa hidupnya.

"Julia Perez ini kan sudah sebagai duta ya sebagai simbol untuk semua perempuan bahwa kita harus lebih aware, peduli, perhatian ke diri kita sendiri," ujar Nia Anggia.

Nia menambahkan bahwa dokter yang ia kunjungi mengungkap jika banyak perempuan yang meminta divaksinasi setelah kepergian Julia Perez. "Jadi kalau aku ke dokter kandungan, dokter kandungan bilang, gara-gara Jupe, semua perempuan yang datang minta suntik vaksin," lanjut Nia Anggia.

Kedua adik Jupe pun berniat untuk meneruskan perjuangan mendiang sang kakak yang sangat concern di bidang ini. Keduanya pun kini aktif dalam kampanye cegah kanker serviks melalui sebuah organisasi.

"Jupe itu memberikan pengaruh yang besar, karena Jupe memberikan pengaruh yang besar. Jadinya setelah dia, saya keluarganya, adik-adiknya akan terus membantu, untuk menyuarakan tentang vaksinasi (kanker serviks) ke semua perempuan," ujar Nia.

Impian Jupe pun terwujud setelah ia meninggal. Sesuai amanah mendiang Julia Perez, Nia Anggia dan Della Wulan membuka sebuah rumah singgah untuk penderita kanker dan membangun sebuah musala. Hingga kini, rumah singgah masih dalam tahap perbaikan.

Semoga keinginan mulia Jupe ini dicatat dan terus menjadi amal baik yang mengalir.

Sumber: Liputan6.com



(vem/ivy)