Gerhana Bulan Total 28 Juli, Ini Faktanya yang Perlu Diketahui

Fimela diperbarui 27 Jul 2018, 10:58 WIB

Pada tanggal 28 Juli 2018 nanti atau tepatnya nanti malam, kita bisa menyaksikan gerhana bulan total yang digadang-gadang sebagai gerhana bulan dengan durasi terlama di abad ini. Menariknya lagi, moment langka ini bisa disaksikan hampir di seluruh wilayah di Indonesia.

"Puncaknya pada pukul 03.23 WIB. Di banyak berita disebutkan tanggal 27 Juli untuk waktu Greenwich, Inggris," ungkap Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN, Rhorom Priyatikanto.

Mengenai gerhana bulan total 28 Juli 2018 ini, melansir dari laman liputan6.com ada banyak fakta menarik tentangnya. Apa saja fakta tersebut? Simak yang berikut ini.

Gerhana Terlama di Abad 21
Gerhana bulan yang terjadi nanti malam ini dikatakan sebagai gerhana bulan terlama di abad 21. Durasi untuk gerhana totalnya adalah selama 1 jam 43 menit. Karena jarak bulan dan bumi adalah jarak terjauh, inilah yang menjadi penyebab kenapa durasi gerhana begitu lama. Dari beberapa pendapat dan penelitian, gerhana bulan seperti ini diperkirakan akan bisa ditemui lagi pada 9 Juni 2123 nanti.

Bisa Melihat Planet Mars
Fakta menarik selanjutnya adalah kita bisa melihat planet mars bersamaan dengan moment gerhana ini. Saat bulan mengalami gerhana, di samping kiri bulan ada satu titik terang berwarna kemerahan yang dinamakan planet mars. Thomas Djamaluddin yakni Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengatakan, "Di situlah kita bisa melihat satu titik terang kemerahan di samping kiri purnama. Itu adalah planet Mars."

Micro Blood Moon
Saat gerhana nanti, bulan akan berada di titik terjauh dengan bumi. Jarak dengan bumi bulan bisa mencapai 406.000 kilometer dari bumi. Padahal, untuk jarak normal bulan adalah 384.000 kilometer. Karena berada di jarak terjauh dan warna bulan akan kemerahan, moment gerhana ini sering disebut sebagai micro blood moon.

Hujan Meteor
Fenomena lain juga akan terjadi bersamaan dengan gerhana bulan total 28 Juli kali ini. Fenomena tersebut adalah hujan meteor. "Nanti di atas Bulan yang memerah akan ada beberapa titik pancar hujan meteor. Ada beberapa area yang akan mengalami puncak (hujan meteor) saat malam itu, seperti Southern Delta Aquarius (sekitar 20 meteor per jam) dan Piscic Austrinis (sekitar lima meteor per jam)," tambah Thomas.

Nah ladies, itulah beberapa fakta mengenai gerhana bulan total 28 Juli atau nanti malam. Selamat menyaksikan fenomena langka ini ya. Buat kamu yang beragama muslim, sangat dianjurkan untuk mendirikan salat gerhana. Semoga informasi ini bermanfaat.



(vem/mim)