Ingin Donor Darah Tapi Sakit Hepatitis B, Bolehkah?

Fimela diperbarui 28 Jul 2018, 11:10 WIB

Salah satu syarat seseorang diperbolehkan melakukan donor darah adalah tubuhnya dalam keadaan sehat bebas dari penyakit. Lalu bagaimana dengan penderita hepatitis B? Bolehkah mendonorkan darah?

Secara umum, orang yang sedang sakit bahkan jika itu sekedar pilek, tidak boleh mendonorkan darah, apalagi menderita Hepatitis B.

Hal ini juga diungkapkan Ketua PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia, Irsan Hasan, "Untuk penderita hepatitis B, tidak boleh donor darah. Sebelum donor darah, darah harus dicek dulu. Sehat atau tidak. Ketika calon pendonor terdeteksi darahnya mengandung virus hepatitis B, ya tidak boleh donor."

Bahkan jika penderita sudah sembuh. Menurut data pasien hepatitis A tahun 1990-an di Indonesia, mayoritas penderita hepatitis A bisa sembuh (mencapai 99 persen). Meski begitu tak boleh donor darah karena sudah punya riwayat hepatitis.

Bisa ditarik kesimpulan bahwa hanya perseorangan yang sehat dan tidak pernah mengalami atau memiliki hepatitis A dan B saja yang boleh mendonorkan darahnya.

Biasanya sebelum mendonorkan darah, calon pendonor akan diberikan angket untuk diisi secara jujur mengenai kondisi kesehatannya, ladies. Dan jika diketahui tes sampel darah bahwa seseorang positif terkena hepatitis B, maka yang bersangkutan diminta melakukan pemeriksaan lengkap ke rumah sakit. Sudah jelas kan sekarang?

Sumber: Liputan6.com

(vem/feb)