Kisah Beyonce Tentang Beratnya Malahirkan Bayi Kembar & Jaga Body Image

Fimela diperbarui 08 Agu 2018, 13:50 WIB

Beyonce merupakan salah satu penyanyi papan atas dunia yang telah melanglang buana di dunia hiburan sejak masih remaja. Kini, ia telah menjelma menjadi seorang ibu yang mengagumkan dan cantik menawan meski usianya sudah berkepala tiga.

Saat ini sendiri, Beyonce telah memiliki tiga buah hati. Untuk buah hati kedua dan ketiga yang kembar yakni Sir dan Rumi, butuh waktu lama untuk mengumumkan kedua buah hatinya tersebut kepada publik. Ini dilakukannya tentu tanpa alasan.

Keputusan Beyonce untuk menjaga detail kehidupannya ini ternyata karena sebuah hal. Setelah kelahiran Blue Ivy Carter, Bey sempat mengalami sebuah tekanan. Ia merasa amat perlu menjaga penampilannya demi tuntutan publik.

Standard tubuh ideal yang dibentuk masyarakat membuatnya tertekan. Bey menekan dirinya untuk bisa menghilangkan berat badan pasca melahirkan hanya dalam waktu tiga bulan. Semua hal gila ia lakukan demi penampilan sesuai standard masyarakat.



Alami Toxemia Saat Kehamilan Kedua
Dalam wawancaranya dengan Vogue edisi September Bey membuka alasannya. Ia mengalami pembengkakan toxemia saat hamil Sir dan Rumi. Karena hal ini ia harus bedrest selama sebulan sebelum melahirkan keduanya.

"Aku 99 kg saat melahirkan Sir dan Rumi. Karena toxemia, kesehatanku dan janinku berada dalam bahaya. Karena itu aku menjalani operasi cesar. Kami menghabiskan waktu di NICU (ruangan emergensi untuk bayi)," ungkap Bey dilansir dari Vogue.

Sosok Jay Z menjadi penguat Beyonce di kala itu. "Aku amat bangga melihat kekuatan dan perubahannya sebagai seorang pria, sahabat, dan ayah," ungkap Bey tentang sosok suaminya ini.



Menerima Tubuh Alaminya
Meski memiliki dukungan dari suami, namun Beyonce tetap merasakan perubahan. Operasi cesar yang dijalani membuat ia perlu lebih banyak waktu untuk pemulihan. Tak hanya memulihkan fisiknya ia juga memulihkan kondisi mentalnya.

"Aku coba lebih mencintai diri sendiri dan aku menerima bentuk tubuhku. Setelah enam bulan aku mempersiapkan diri untuk panggung Coachella. Aku mulai makan secara vegan, berhenti minum kopi, alkohol, dan semua minuman buah," tutur Beyonce tentang penerimaan kondisi tubuhnya ini.

Hingga saat ini bentuk tubuh Beyonce tak kembali seperti masa sebelum kehamilannya. Namun ia merasa bahagia karena bisa menerima kondisinya apa adanya. Ia tak lagi harus tertekan dengan standard kecantikan yang dimiliki masyarakat.

Ingin Anak-Anaknya Memiliki Empati
Penyanyi satu ini juga berbicara tentang harapannya pada anak-anaknya. Pelantun Single Ladies ini ingin ketiga anaknya memposisikan diri sebagai boss dari hidupnya sendiri. Dan mereka bisa menuliskan jalannya sendiri atas hidup mereka.



"Mereka tak harus menjadi satu tipe tertentu. Tak perlu menjadi orang yang politically correct, asal mereka original, bisa menghormati orang lain, dan memiliki empati," tandas Beyonce.

Berkarya Selama 20 Tahun di Dunia Hiburan
Beyonce telah berkarya di dunia hiburan lebih dari 20 tahun. Ia telah bernyanyi secara professional sejak usia 16 tahun. Mulai dari tampil sebagai penyanyi remaja hingga ibu tiga anak.

Wawancara ini spesial karena akan dirilis pada momen ulang tahunnya di September mendatang. Selain itu ia difoto oleh fotografer muda, Tyler Mitchell. Ia masih berusia 23 tahun, pemuda berkulit hitam ini berasal dari Atlanta.

Dalam pemotretan ini Beyonce benar-benar tampil apa adanya. Ia meninggalkan wig dan rambut tambahan lainnya. Bahkan ia tak memakai make up tebal. Ia amat ingin tampil apa adanya dan natural.



Ingin Membuka Peluang Bagi Talenta Muda
Memilih fotografer muda ini bukan tanpa sebab. Beyonce ingin membuka peluang bagi talenta muda berbakat. Karena pada awal karirnya, ia tak mudah meraih peluang karena ia berkulit hitam.

"Dulu orang-orang berkata akan sulit menjadi cover majalah karena aku berkulit hitam. Kini itu semua cuma mitos. Aku menjadi keturunan Afrika Amerika di dalam edisi Vogue paling penting. Serta semua foto diambil oleh fotografer kulit hitam," ungkap Beyonce.

Baginya ini amat penting untuk membuka peluang bagi para seniman muda. Seharusnya budaya tak membatasi karya seseorang. Bayangkan bila dunia masih rasis dan membatasi talenta besar sepeti Stevie Wonder, Aretha Franklin, dan Beyonce sendiri.

Kisah yang begitu menyentuh hati dari Beyonce ya ladies. Mengenai kisahnya yang lebih lengkap, kamu bisa mengetahuinya di majalah Vogue edisi September 2018. Tetap semangat dan terus berkarya Bey.
Sumber: KapanLagi.com

(vem/mim)