Dalam Persiapan Pernikahan, Tuhan Pasti Membantu Memudahkan Segalanya

Fimela diperbarui 06 Sep 2018, 10:00 WIB

Lagi sibuk menyiapkan pernikahan? Atau mungkin punya pengalaman tak terlupakan ketika menyiapkan pernikahan? Serba-serbi mempersiapkan pernikahan memang selalu memberi kesan dan pengalaman yang tak terlupakan, seperti tulisan sahabat Vemale dalam Lomba Menulis #Bridezilla ini.

***

Assalamu'alaikum sahabat Vemale, sebelumnya saya mohon maaf apabila tidak pandai merangkai kata-kata. Ini adalah kisah pribadi saya dalam mempersiapkan acara pernikahan saya dan suami yang berlangsung  4 bulan yang lalu.

Semua orang pasti menginginkan acara pernikahan yang sempurna sesuai dengan imajinasi mereka masing-masing tidak terkecuali saya dan pasangan. Saya sudah berpacaran kurang lebih 3 tahun yang mana waktu tersebut dirasa sudah cukup untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya.

Setelah diadakan pertemuan antar orang tua, kami sepakat bahwa acara akan dilangsungkan setelah saya diwisuda di awal November 2017. Pada awalnya kami berniat menikah di akhir tahun tersebut, akan tetapi karena ternyata ada keluarga dari pihak lelaki yang akan melangsungkan acara di akhir tahun juga, dan hari baik untuk acara kami yang belum ditentukan maka saya terpaksa mengikuti keinginan pihak keluarga lelaki agar acara diundur sampai tahun berikutnya di 2018.



Singkat cerita setelah hari untuk acara ditentukan, saya dan suami langsung bergerak untuk mempersiapkan segala sesuatu hal. Kami memang tidak ingin merepotkan orangtua, jadi segala sesuatunya kami urus sendiri tetapi tetap berkonsultasi kepada orangtua.

Hal pertama yang kami cek adalah ketersediaan gedung untuk tanggal tersebut. Kami sengaja memakai gedung karena halaman rumah yang tidak memungkinkan untuk diadakannya acara. Pada awalnya kami sempat panik karena sudah bertanya kesana kemari dan sudah penuh untuk tanggal tersebut. Saya sempat putus asa tetapi suami saya menguatkan dan berkata bahwa semua niat baik pasti ada jalannya.

Alhamdulillah perkataan suami saya benar, keesokan harinya saya dan suami mencoba untuk melihat satu gedung dan ternyata di tanggal tersebut masih kosong, padahal di hari Minggu yang lain penuh semua dan gedung tersebut juga tidak terlalu jauh dari rumah saya. Gedung tersebut merupakan gedung serba guna milik Pemkot, karena orangtua saya adalah PNS maka kami mendapatkan potongan untuk biaya sewanya, alhamdulillah. Sempat saya berpikir kenapa dari awal tidak langsung ke gedung itu, hehe... mungkin karena kami diharuskan untuk berusaha terlebih dahulu.



Setelah gedung sudah didapat hal berikutnya adalah mencari vendor untuk dekorasi. Kebetulan tante saya mempunyai kenalan yang memiliki usaha dekor. Kami kemudian menemui beliau untuk bertanya mengenai budget untuk dekor di gedung tersebut. Awalnya saya ingin yang sederhana saja, akan tetapi yang tidak terduga ternyata beliau juga adalah vendor dekor untuk acara pernikahan yang berlangsung di gedung tersebut satu hari sebelum saya yaitu di hari sabtu.

Beliau menyarankan agar saya meneruskan saja dekor tersebut untuk hari Minggu sehingga tidak banyak yang diubah. Saya sebenarnya ingin menolak karena dekor yang dipakai termasuk mewah menurut saya dan tidak sesuai budget, tetapi setelah beliau mengatakan bahwa saya akan mendapat potongan yang tidak tanggung-tanggung sebesar 50% bahkan lebih, maka sambil bersyukur saya mengiyakan untuk melanjutkan dekor tersebut.

Untuk konsumsi saya dan keluarga memilih memakai catering. Kebetulan ada keluarga yang mengatakan sedang ada pameran wedding di salah satu mall di kota saya dan hari itu adalah hari terakhir. Saya mengajak mama saya untuk melihat-lihat karena kebetulan suami saya sedang ada pekerjaan.

Sesampainya di sana, saya menuju stand salah satu catering yang pernah dipakai oleh keluarga saya yang menurut saya rasa makanannya enak dan pelayanannya bagus. Hari itu saya langsung booking untuk acara saya karena di tanggal tersebut ternyata kuota masih ada. Dan karena sedang ada pameran maka saya kembali mendapatkan potongan dan bonus untuk catering tersebut.

Hal-hal lain seperti undangan dan souvenir semua berjalan lancar walaupun ada beberapa miskomunikasi tetapi bisa kami atasi dengan baik. Selanjutnya untuk MUA saya percayakan pada bulek saya yang memang sudah sering jadi langganan di keluarga saya dan hasilnya tidak perlu diragukan lagi, selain itu beliau juga bisa menyesuaikan dengan budget. Terima kasih banyak bulek.

Memang sempat ada perdebatan mengenai pakaian untuk menikah di mana mertua saya inginnya yang ini sedangkan saya inginnya yang itu, tetapi kami bisa mengambil jalan tengahnya dan semua bisa berjalan dengan baik.



Semua niat baik pasti ada jalan yang baik juga, rezeki sudah ada yang mengatur, kita tinggal berusaha dan berdoa. Apabila sahabat vemale mengira saya dan suami mempersiapkan ini semua dengan budget yang besar maka kalian salah. Pada awalnya kami memang menginginkan acara yang sederhana saja walaupun tidak bisa dipungkiri saya dan suami juga ingin mendapatkan acara yang lebih dari itu. Tetapi siapa yang bisa menolak apabila tangan Tuhan sudah bekerja.

Rezeki tidak selalu harus berupa uang, keluarga yang baik, vendor-vendor yang baik teman-teman serta sahabat yang baik merupakan rezeki dari Allah SWT. Di saat kita berpikir hal yang tidak mungkin maka dalam sekejap bisa berubah menjadi mungkin atas izin Allah. Mungkin ini adalah hasil dari benih yang kami tanam. Berbuat baiklah maka kebaikan akan datang kepadamu dengan cara dan waktu yang tidak kau sangka-sangka.

Alhamdulillah pernikahan yang baru berjalan 4 bulan ini semoga selalu samawa dan diberkati oleh Allah SWT. Amin Ya Robbal Alamin.

Wassalamu'alaikum.





(vem/nda)
What's On Fimela