Masalah yang Sering Muncul dalam Persiapan Nikah: Ego, Emosi, dan Anggaran

Fimela diperbarui 14 Sep 2018, 10:15 WIB

Lagi sibuk menyiapkan pernikahan? Atau mungkin punya pengalaman tak terlupakan ketika menyiapkan pernikahan? Serba-serbi mempersiapkan pernikahan memang selalu memberi kesan dan pengalaman yang tak terlupakan, seperti tulisan sahabat Vemale dalam Lomba Menulis #Bridezilla ini.

***

Perkenalkan namaku Amel. Aku umur 22 tahun dan pasanganku berumur 26 tahun. Tidak begitu jauh jarak umur kami. Aku berpacaran dengannya sudah hampir 4 tahun di akhir bulan September ini. Iya 4 tahun, tentu dong ingin lanjut ke jenjang pernikahan. Di bulan Desember nanti kami melangsungkan acara pernikahan.

Aku ingin berbagi cerita dan pengalamanku mempersiapkan pernikahan sampai hari ini. Begitu banyak perbedaan adat dan kebiasaan dari berbedanya acara lamaran yang menurut keluarga calon suami tidak menggunakan cincin. Tidak mengikat, tapi keluargaku tetap ingin sebelum diadakan pernikahan diikat terlebih dahulu.

Masyaallah, betapa sulitnya mempersatukan dua keluarga menjadi satu. Alhamdulillah dengan segala pengertian dan penjelasan yang aku jelaskan ke keluarga aku, kemauan keluarga calon suamiku, akhirnya keluargaku mengerti. Sedikit lega, 1 step sudah terlampaui.



Aku kira perdebatan dan rintangan-rintangan dalam mempersiapkan pernikahan sudah cukup selesai, ternyata perkiraanku salah. Di bulan Juni kemarin keluarga calon suami sudah bersilaturahmi datang ke tempatku untuk bernegosiasi waktu pernikahan, karena sebelumnya rencana akan dilaksanakan pernikahan di bulan Oktober tapi Allah berkehendak lain, jadi diputuskan di bulan Desember. List by list sudah ditulis terinci, dari mulai rias pengantin, tenda pernikahan, makanan, minuman, dsb.

Rintangan-rintangan dalam mempersiapkan pernikahan begitu banyak, dengan adanya perbedaan adat/kebiasaan itu membuat kami sering berdebat sampai-sampai 3 hari berturut-turut tidak berkomunikasi, rasanya hancur sudah. Memang ego dan emosi harus dihilangkan demi kelancaran niat kami berdua.



Di bulan Juli aku sudah mencari-cari rias pengantin (MUA) dengan hasil make-up yang aku inginkan. Aku kira budget dengan terpisah-pisah tidak sepaket dengan tenda lebih terjangkau ternyata lagi-lagi perkiraanku salah.

Dengan MUA sendiri, sewa tenda pernikahan sendiri, fotografer sendiri bisa meminimalisir budget ternyata dengan paket jauh lebih murah. Duh, ini pengalaman untuk kalian yang rencana mempersiapkan pernikahan lebih baik pilih yang sudah paket karena itu jauh lebih murah dibanding terpisah sendiri-sendiri. Karena aku udah telanjur booking jadi yah mau dikata apa lagi, nasi sudah menjadi bubur.

Semoga ini pengalaman bisa menjadi pertimbangan, dan semoga acara pernikahanku berjalan dengan lancar. Amin.





(vem/nda)
What's On Fimela