Bagi Wanita, Pernikahan Tak Ubahnya Kelahiran Kedua

Fimela diperbarui 27 Sep 2018, 10:45 WIB

Wanita dilahirkan ke dunia selama tiga kali dalam hidupnya.

Pertama, saat dia dilahirkan dari rahim ibunya.
Kedua, saat dia menikah.
Ketiga, saat dia melahirkan.

Pernikahan bagi wanita merupakan sebuah proses kelahiran, kelahiran kedua. Karena setelah terjadinya ijab qabul, kehidupan wanita akan berubah 180 derajat di mulai dari detik itu. Dia akan melepaskan genggaman tangan orangtuanya untuk menggenggam tangan suaminya seumur hidupnya. Maka tak jarang setiap wanita selalu memiliki pernikahan impiannya sejak kecil. Beruntungnya saya, pernikahan impian saya dapat terwujud di detik-detik terakhir dengan bantuan vendor yang sangat mengerti dan memahami keinginan saya dan pasangan.



Menyatukan dua keluarga yang berbeda budaya bukanlah hal mudah. Jangankan dua keluarga, dua kepala saja susah. Di sinilah menurut saya peran penting sebuah wedding organizer dan vendor untuk menengahai segala drama pernikahan yang terjadi di antara keluarga. Percayalah, selalu ada drama dalam persiapan pernikahan. Di sini wedding organizer saya tidak berperan full sebagai wedding organaizer pada umumnya, karena wedding organizer saya jadi satu dengan fasilitas gedung yang saya gunakan, maka saya akan lebih fokus untuk menceritakan peran vendor saya.

Satu tips dari saya saat akan memilih vendor pernikahan yaitu, pastikan vendor yang Anda pilih mengerti dan memahami keinginan anda dan pasangan, bukan keluarga Anda maupun keluarga pasangan. Karena di sini yang akan menjadi raja dan ratu seharinya adalah Anda dan pasangan, maka penting mendapatkan vendor yang mengerti keinginan Anda. Vendor yang mahal atau terkenal sekalipun tidak bisa menjadi jaminan bahwa dia akan mengerti keinginan Anda. Hadirnya vendor yang mengerti keinginan Anda ini berguna sebagai pendukung Anda jika terjadi perselisihan pendapat antara Anda dan keluarga.



Dalam memilih vendor pernikahan, saran dan masukan dari teman-teman sangat membantu. Anda bisa datang ke acara wedding expo yang sering diadakan. Di sana anda bisa bertanya-tanya dan mengambil brosur yang tersedia. Setelah mendapat beberapa daftar vendor yang tersedia, persempit daftar vendor tersebut dengan melihat ulasannya di internet. Yang menurut Anda tidak cocok, coret saja. Persempit daftar vendor ini menjadi dua atau tiga nama vendor. Setelah itu langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah bertemu langsung dengan si vendor. Dengan bertemu dan berbicara langsung, ada kontak mata yang terjadi, ada bisa merasakan adanya kecocokan atau tidak. Jika Anda merasa cocok, lanjutkan, jika tidak Anda bisa mencari vendor lain yang ada dalam daftar yang sudah Anda buat.



Saat saya menikah satu tahun yang lalu, saya sangat pasrah dengan apa yang terjadi pada pernikahan saya karena tidak adanya kecocokan pendapat antara saya dan keluarga besar. Dari pada memancing perselisihan yang semakin parah, saya putuskan untuk mengalah, yang penting sah deh, pikir saya saat itu.

Beruntungnya saya mendapat vendor yang mengerti apa yang saya inginkan. Dengan vendor dekorasi misalnya, setelah kami meeting dengan keluarga besar, saya dan pasangan akan meeting lagi dengan vendor dekorasi secara private tanpa keluarga untuk mengolaborasikan keinginan saya dan pasangan. Saat hari H, vendor dekorasi akan menyatukan semua keinginan saya dan pasangan serta keluarga, sehingga dalam dekorasi pernikahan saya tetap ada unsur saya dan pasangannya. Ya semacam jiwa mudanya lah.

Begitu pula dengan vendor-vendor yang lain. Dibantu dengan wedding organizer, semua keinginan saya dan pasangan dapat terwujudkan dengan baik tanpa menyampingkan keinginan keluarga besar. Jadi saya lebih bisa menikmati pernikahan saya seperti impian saya. Karena pada dasarnya, setiap wanita selalu mempunyai impian pernikahannya sendiri.





(vem/nda)
What's On Fimela