Melepas Keinginan Merantau demi Orangtua, Ternyata Ini Memang yang Terbaik

Fimela diperbarui 14 Apr 2018, 19:30 WIB

Hidup memang tentang pilihan. Setiap wanita pun berhak menentukan dan mengambil pilihannya sendiri dalam hidup. Seperti cerita sahabat Vemale yang disertakan dalam Lomba Menulis April 2018 My Life My Choice ini. Meski kadang membuat sebuah pilihan itu tak mudah, hidup justru bisa terasa lebih bermakna karenanya.

***

Setiap manusia memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan hidupnya. Bagaimana pun keadaannya setiap dari kita juga menginginkan apa yang kita pilih adalah sesuatu yang baik. Baik untuk diri kita ataupun untuk orang lain, orangtua misalnya. Memilih sesuatu dalam hidup juga akan mempengaruhi kehidupan kita ke depannya. Maksudnya adalah ketika kita memilih pada saat itupula kita mempunyai tanggung jawab terhadap apa yang kita pilih. Entah tanggung jawab untuk menyelesaikannya atau tanggung jawab untuk berhenti dan memilih yang lain dengan tanggung jawab yang baru.

Pilihan terbesar dalam hidupku ketika harus memutuskan kuliah di daerah sendiri atau merantau ke tempat lain. Ada keinginan besar untuk bisa merantau. Tapi melihat keluarga, terutama mama dan adik-adikku yang masih kecil, akhirnya membuatku mantap untuk memilih kuliah di daerahku. Meninggalkan keinginan terbesarku untuk bisa tinggal dan menetap untuk kuliah di kota yang sudah aku inginkan sejak dulu, Kota Bandung. Aku berpikir mungkin untuk kuliah, aku tidak bisa tinggal dan menetap di sana. Tapi, aku yakin pasti ada saatnya aku akan tinggal di sana.

Pilihanku untuk tetap di sini akhirnya membuatku sadar bahwa mungkin saat-saat seperti inilah aku mengabdi pada orangtuaku. Saat-saat bisa membantu mereka. Mengantar mama ke pasar atau menjemput adik-adikku yang masih sekolah. Awal-awal terlalu rumit, tapi makin ke sini makin terbiasa dengan rutinitas ini. Selain itu, yang perlu disyukuri adalah ketika akhirnya aku bisa mempunyai kegiatan yang tak pernah kuduga sebelumnya. Berkat kuliah di sini, aku bisa mengunjungi berbagai tempat di Jakarta untuk liputan. Jurusan yang sudah kuinginkan sejak masih sekolah membawaku pada aktivitas baru yang menyenangkan ini.

Berjalan dua tahun kuliah, keputusan untuk tetap di sini tidak pernah membuatku menyesal. Kalaupun ada, pasti aku selalu mengaitkannya dengan tanggung jawab itu. Aku yang memilih, aku juga yang akan tanggung jawab dengan menyelesaikan pilihan ini sampai akhir. Apapun keadaan dan bagaimanapun caranya harus tetap semangat untuk menyelesaikan pilihan yang sudah kumulai ini. Selain itu, ada rasa bangga dengan apa yang aku pilih, karena selain bisa melanjutkan pendidikan, aku juga bisa membahagiakan orang tua walaupun bukan dengan materi tapi dengan selalu ada ketika mereka butuhkan.

(vem/nda)