Berkursi Roda, Fahmi Husaen Buktikan Meraih Cita-Cita Bisa Dilakukannya

Fimela diperbarui 21 Apr 2018, 09:00 WIB

Jika kemarin adalah seorang mahasiswa asal Filipina dengan penyakit langka bisa memperoleh nilai cum laude di universitas di mana belajar, kali ini di Indonesia ada seorang mahasiswa yang juga menderita penyakit langka meraih prestasi tak kalah membanggakan dari mahasiswa di Filipina tersebut. Namanya Fahmi Husaen, ia adalah mahasiswa berkursi roda d Universitas Gajah Mada (UGM) Yogkakarta.

Dilansir dari laman brilio.net, Fahmi adalah mahasiswa Sekolah Vokasi semester 4 jurusan Komputer dan Sistem Informasi. Fahmi merupakan seorang mahasiswa yang terbilang istimewa. Walau memiliki keterbatasan fisik, ia tak pernah mengeluh dan minder dengan kondisinya. Ia justru membuktikan pada dunia bahwa ia bisa meraih cita-citanya dan melakukan yang terbaik.



Di usianya yang masih sangat muda, Fahmi telah berhasil menjadi peraih prestasi di kompetisi bertajuk Electric Car Design Contest yang diadakan oleh Muscle Car Indonesia. Pemuda berusia 20 tahun ini telah berhasil menyingkirkan sedikitnya 87 peserta lain di kompetisi ini.

Mengenai Fahmi, ia menderita penyakit yang disebut sebagai Dusche Muscular Distrophy (DMD) sejak kecil. Karena penyakitnya ini, perkembangan otot-otot tubuhnya terganggu dan sejak SMP ia harus berada di kursi roda demi melakukan aktivitasnya sehari-hari. Walau begitu, Fahmi tak pernah putus asa apalagi meratapi nasibnya. Dengan kondisinya ini, ia tetap berjuang meraih cita-citanya dan membuat orang-orang terdekatnya bangga. Termasuk memenangkan kompetisi Electric Car Design Contest.

Fahmi mengungkapkan bahwa sejak kecil ia suka menggambar terutama gambar mobil. Awalnya ia menggambar di atas kertas, tapi mulai SMP ia mulai menggambar di komputer yakni sketsa 3D. Desain yang dibuat Fahmi kemudian diunggahnya di media sosialnya. Rupanya, banyak yang tertarik, salah satunya adalah bengkel modifikasi terkenal, Kupu-Kupu Malam.

"Kemarin sempat diminta untuk mendesain di Kupu-Kupu Malam. Pernah tiga kali. Desain tetapnya dari sana, aku cuma buat model 3Dnya," jelas Fahmi kepada Brilio.net.



Tahun 2010 dan 2013, Fahmi pernah mengikuti kompetisi desain yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Tahun 2010 ia berhasil masuk menjadi nominasi. Sedangkan tahun 2013 berhasil meraih juara tiga. Dan untuk tahun ini, di Electric Car Design Contest 2018, dia berhasil masuk ke lima besar setelah mengalahkan 12 lawannya pada fase presentasi di Ibu Kota, Jakarta.

Kini, Fahmi berencana untuk terus berkreasi menciptakan karya-karya yang bermanfaat dan mengesankan lainnya. Ia sangat berharap desain-desain yang dibuatnya bisa terealisasikan. Pemuda yang juga menekuni investasi saham ini berharap bahwa dirinya bisa membangun sebuah startup digital nantinya.

Kisah yang begitu menginspirasi dan membanggakan ya ladies. Terus berkarya dan tunjukkan pada dunia bahwa kamu bisa melakukan yang terbaik.



(vem/mim)