XYZ Day 2018 Ajak Lala Timothy Cerita Soal 'Wiro Sableng' Go Internasional

Fimela diperbarui 25 Apr 2018, 17:04 WIB

Tokoh 'Wiro Sableng' sudah bukan cerita asing bukan masyarakat Indonesia. Dia merupakan tokoh rekaan Bastian Tito yang sudah diwujudkan dalam bentuk komik, serial TV, dan terakhir dijadikan film layar lebar yang dibintangi oleh Vino G.Bastian ---putra kandung Bastian Tito.

Film layar lebar 'Wiro Sableng' sudah diproduksi sejak 1,5 tahun belakangan dan diproduseri oleh Sheila Timothy atau biasa disapa Lala. Perbedaan 'Wiro Sableng' ini dibanding film-film sebelumnya adalah perusahaan produksinya adalah 20th Century Fox yang tak lain adalah produsen dan distributor internasional. Di bawah naungan 20th Century Fox, 'Wiro Sableng' diubah menjadi '212 Warrior' namun tetap dengan cita rasa Indonesia.

Lala bercerita bahwa kerja sama yang dijalinnya dengan produsen internasional itu berawal dari keberuntungan. Kebetulan pula saat itu 20th Century Fox sedang mencoba masuk ke tiga negara di Asia, salah satunya Indonesia.

"Saya kenal satu orang international sales agent dan pernah cerita soal film ini. Saya sharing kepada dia soal visi-misi dan market yang ada. Kemudian tidak lama dia menawarkan apakah saya siap jika didekati oleh 20th Century Fox," ujar Lala ketika berbincang sebagai panelis dalam 'XYZ Day 2018' di The Hall Senayan City, Jakarta, Rabu (25/4).

"Saya kemudian presentasi dan siapkan materi. Fox tertarik dengan apa yang kami siapkan tapi terutama karena kami bilang akan berfokus ke Indonesia," cerita Lala yang merupakan ipar dari Vino G.Bastian.

Atas kerja sama ini, '212 Warrior' adalah rekanan pertama 20th Century Fox di Asia Tenggara. Dan itu artinya distribusinya tidak hanya di Indonesia tapi juga serentak di beberapa negara lain.

Meski belum tayang secara global, Angga Sasongko sebagai Sutradara mengaku bahwa konten promosi menjadi salah satu kunci kesuksesan sebuah film. Jika dulu promosi hanya menggunakan media promo konvensional, kini media sosial menjadi faktor yang dipertimbangkan.

"Kami mulai (promo media sosial) sejak film 'Filosofi Kopi 1'. Saat itu media sosial mulai naik. Masuk di 'Filosofi Kopi 2' di mana reach penontonnya lebih banyak, kami imbangi di konten media sosial dan promo media konvensional," ujar Angga saat berbincang di acara yang sama.

"Penting untuk sadar dengan konten karena ujung-ujungnya konten adalah investasi," tambahnya.

Berbagi Kiat Kreasi Konten

Apa yang dibicarakan Lala dan Angga merupakan bagian dari XYZ Day 2018 yang digelar di The Hall Senayan City, Jakarta, Rabu (25/4). Dalam acara ini, para pembuat konten saling berbagi mengani pentingnya sebuah kreativitas dalam media sosial.

Selain kedua orang tersebut, hadir pula Najwa Shihab, Deddy Corbuzier, Ria Ricis, Ernest Prakarsa, dan Raditya Dika. Kesemuanya adalah kreator digital yang punya cara masing-masing dalam menyiapkan sebuah sajian di media sosial.

Acara ini juga sebagai perkenalan bersatunya dua media besar; KapanLagi Network dan PT Liputan Enam Dotcom, menjadi satu nama raksasa yakni KapanLagi Youniverse (KLY). Dikatakan Steve Christian sebagai CEO KLY bahwa konten menjadi penting karena sekarang ini sudah tidak lagi dikuasai media.

"Dalam sehari, berapa banyak kita mengonsumsi konten yang diciptakan teman-teman kita dibanding oleh media massa. Media kini harus punya konten di social media sehingga berguna untuk banyak orang," ujar Steve dalam ucapan pembukanya.

Tema besar acara ini adalah 'How to Win XYZ Generations Through Digital Content'. Acara ini akan ditutup dengan XYZ Day Creator Award dan jadi ajang apresiasi para content creators.

(vem/zzu)
What's On Fimela