Minum Kopi Dipercaya Bisa Mengatasi Sembelit, Tapi Faktanya Tidak Sehat

Fimela diperbarui 10 Mei 2018, 12:30 WIB

Sembelit merupakan masalah yang tidak jarang dialami semua orang. Ada banyak hal yang menjadi penyebab kenapa seseorang bisa sembelit. Hal tersebut mulai dari pola makan yang tidak sehat, kurangnya asupan serat, terlalu lama menahan buang air besar atau memang ada masalah kesehatan khusus di tubuh. Lantas ketika sembelit apa yang harus dilakukan?

 
Para ahli mengungkapkan ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sembelit. Termasuk minum obat pelancar BAB.
 
Melansir dari laman health.com, minum kopi selama ini juga sangat dipercaya bisa membantu kita mengatasi masalah sembelit. Kandungan kafein dan beberapa senyawa dalam kopi bisa memicu kontraksi usus sehingga memberikan efek laksatif hingga melancarkan BAB. Namun, meski ampuh mengatasi masalah sembelit cara ini tidak disarankan oleh para ahli. Kenapa?
 
Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal gastro enterologi menyebutkan jika kopi bisa menginduksi respon gastrocolonic pada beberapa orang setelah mereka meminumnya. Ketika indikasi ini terjadi, tidak jarang ini akan membuat perut mulas dan bebas dari masalah sembelit. Tapi, mulas ini juga memiliki dampak buruk buat kesehatan pencernaan terutama di usus besar. Penelitian menemukan bahwa kopi menyebabkan pelepasan gastrin dan hormon tertentu di tubuh. Bagi beberapa orang, minum kopi tidak jarang akan membuatnya kembung, mual hingga pusing.
 

Ketika mengalami sembelit, cara paling efektif untuk mengatasinya adalah dengan memperbanyak asupan serat. Perbanyak juga konsumsi air putih dan terapkan pola hidup yang lebih sehat. Hindari mengonsumsi fast food, minuman bersoda, kopi dan minuman beralkohol karena ini bisa memperburuk kesehatan secara keseluruhan. Saat sembelit sudah semakin parah, dianjurkan untuk pergi ke dokter dan memeriksakan kondisi kesehatan.

(vem/mim)
What's On Fimela