Darah dan Plasenta Jadi Komoditas Utama Skin Care, Ini Alasannya

Fimela diperbarui 14 Mei 2018, 10:40 WIB

Selama ini kita sudah umum mengetahui banyak produk perawatan kulit mengambil bahan-bahan alami seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian sebagai bahan utama, karena memang bahan-bahan tersebut memberi manfaat untuk kulit sehat. Tapi ternyata selain dari tanaman, beberapa perawatan kulit ada yang berasal dari tubuh manusia, sebut saja seperti darah dan plasenta.

Darah dan plasenta menjadi salah satu komoditas yang banyak dibutuhkan produk perawatan kulit. Para ahli sudah mengambil sari plasenta manusia untuk serum dan ramuan lainnya, meski masih tergolong langka.

Meski nampak mengerikan, ternyata plasenta sudah lama menjadi bahan yang dipercaya bisa mengencangkan dan melembapkan kulit. Hal ini karena plasenta mengandung protein dan senyawa untuk memompa produksi kolagen. Hal ini pernah dilakukan founder MZ Skin Dr Maryam Zamani, yang menggabungkan plasenta ovarium dan sel punca tanaman sebagai cara skin care kulit.

Dilansir dari sheknows.com, Kamis (10/5/2018), Dr Maryam Zamani menjelaskan, "Saat diserap, sel-sel induk membantu meningkatkan sintesis kolagen sementara. Hasilnya dapat meningkatkan hidrasi, membantu melawan tanda-tanda penuaan dan meremajakan kulit."

Sedangkan untuk darah, sebelumnya Kim Kardashian dan beberapa artis Amerika pernah melakukan facial menggunakan darah yang disebut dengan Vampire Facial. Ternyata Dr. Barbara Sturm membuat ramuan blood cream yang dipercaya mampu mempercepat penyembuhan bekas jerawat dan meratakan warna kulit.

Jadi, tak heran jika kemudian plasenta dan darah menjadi salah satu komoditas skin care masa kini yang meskipun terbayang agar ngeri, banyak juga yang meminatinya.

Sumber: Liputan6.com

(vem/feb)