Alergi Kacang Pada Anak? Mitos Atau Fakta?

FimelaDiterbitkan 09 Juli 2013, 15:57 WIB

Kacang adalah makanan yang sangat sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun termasuk cemilan yang popular, kacang juga adalah salah satu makanan yang paling sering menyebabkan reaksi alergi pada anak-anak maupun orang dewasa. Bila anda melihat buah hati anda tiba-tiba sulit bernafas, wajahnya kemerah-merahan, dan bahkan tidak sadarkan diri setelah makan kacang, berarti buah hati anda memiliki alergi yang parah terhadap makanan ringan ini, Ladies.


Alergi pada kacang disebabkan karena sistem kekebalan tubuh buah hati anda melihat protein kacang sebagai penyusup dalam tubuh dan melabelinya ‘ancaman’. Antibodi tubuh, atau immunoglobin E (IgE), kemudian mencoba melawan protein tersebut dan melepaskan zat kimia dalam tubuh yang disebut histamine.


Keluarnya histamine dalam tubuh akan mempengaruhi sistem pernafasan, pencernaan, kerja jantung serta sel kulit buah hati anda. Hal inilah yang menyebabkan buah hati anda mengalami sesak nafas, sakit perut, mual, muntah, pembengkakan pada sekitar tenggorokan, tangan, dan bagian tubuh lainnya, iritasi, dan bahkan pingsan.


Menurut kidshealth.org, anak-anak memiliki tingkat toleransi yang berbeda-beda pada kacang serta reaksi yang berbeda-beda pula. Pada mereka yang memiliki alergi yang ringan, reaksi alergi mungkin hanya akan terbatas pada iritasi ataupun pembengkakan. Untuk mereka yang punya alergi parah, Ladies, jangan coba-coba memberikan kacang. Sedikit saja buah hati mengkonsumsi kacang bisa fatal akibatnya tanpa ada perawatan medis sesegera mungkin.

Oleh: Mamor Adi P

(vem/tyn)
What's On Fimela