Apakah Hormon Kewanitaan Mempengaruhi Penyakit Asma Pada Wanita? (II)

Fimela diperbarui 15 Jul 2013, 13:58 WIB

Karena telah terbukti bahwa fluktuasi atau lonjakan hormon kewanitaan dapat meningkatkan risiko serangan asma pada wanita yang menderita asma, maka para wanita harus berhati-hati ketika mereka memasuki masa menstruasi. Pasalnya, saat menstruasi berlangsung, produksi hormon estrogen akan sangat tidak teratur.

Seperti yang dikutip dari webmd.com, serangan asma tidak hanya bisa terjadi bersamaan dengan masa menstruasi. Serangan asma juga mungkin terjadi sebelum masa menstruasi pada saat produksi hormon estrogen melemah.

Sementara itu pada wanita hamil yang menderita asma, terdapat 3 kemungkinan peluang kambuhnya serangan asma. Yang pertama adalah kehamilan menyebabkan gejala serangan asma memburuk. Kedua, frekuensi gejala serangan asma meningkat. Dan ketiga, gejala dan frekuensi serangan asma sama dengan sebelum masa kehamilan.

Oleh karena itu wanita hamil yang menderita asma wajib selalu mengontrol penyakit asmanya agar resiko bayi lahir tidak sehat bisa diminimalisir.

Menopause juga berpengaruh besar pada penyakit asma pada wanita dewasa. Saat wanita memasuki masa menopause, produksi hormon estrogen berada pada puncaknya. Hal ini beresiko memicu terjadinya peradangan pada saluran pernafasan yang berakibat pada munculnya serangan asma.

Oleh karena itu, mengatur agar produksi hormon estrogen tidak berlebihan penting untuk dilakukan oleh penderita asma yang memasuki masa menopause. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui terapi penggantian hormon.

Oleh: Pravianti Ayu Mirantiraras

(vem/rsk)
What's On Fimela