Resiko Metode Bayi Tabung

Fimela diperbarui 04 Agu 2013, 17:26 WIB

Ladies, tahukah anda apa saja resiko yang mungkin timbul pada saat melakukan bayi tabung? Ulasan berikut ini dilansir dari laman kesehatan terkenal, mayoclinic.com.

Resiko pertama yang mungkin timbul pada saat anda melakukan bayi tabung adalah bayi kembar. Mayoclinic.com melansr bahwa kehamilan bayi kembar dengan metode bayi tabung dapat meningkatkan resiko bayi kelahiran sebelum waktunya dan rendahnya berat badan bayi daripada kehamilan dengan satu bayi.

Ladies, yang kedua adalah kelahiran sebelum waktunya dan rendahnya berat badan bayi. Mayoclinic.com melansir bahwa studi membuktikan bahwa penggunaan metode bayi tabung mampu meningkatkan resiko bayi lahir prematur dan rendahnya berat badan bayi.

Berikutnya adalah sindrom hyperstimulasi ovarium. Penggunaan obat pemicu kesuburan yang disuntikkan ke dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit ini dimana ovarium akan terasa bengkak dan nyeri. Gejala lain adalah nyeri pada perut, mual, muntah, dan diare.

Ladies, resiko berikutnya adalah keguguran. Mayoclinic.com melansir bahwa resiko Ibu mengalami keguguran menggunakan metode bayi tabung ini adalah 15 hingga 20 persen. Resiko berikutnya adalah komplikasi yang timbul pada proses pengambilan sel-sel telur. Komplikasi ini menyebabkan pendarahan, infeksi, kerusakan pada perut, dan pembuluh darah.

Berikutnya adalah kehamilan ektopik atau kejadian dimana bayi tidak berkembang di dalam rahim namun di bagian lain yakni tuba falopi. Dalam kasus ini, bayi tidak mungkin berkembang di luar rahim sehingga tidak ada alasan untuk mempertahankan kehamilan.

Resiko berikutnya adalah kelainan pada bayi. Resiko ini sangat dipengaruhi oleh umur Ibu, Ladies. Lebih jauh, mayoclinic.com melansir bahwa terdapat resiko Ibu mengidap kanker ovarium karena studi menunjukkan bahwa hal ini dipicu penggunaan obat selama proses bayi tabung.

Oleh: Nastiti Primadyastuti

(vem/tyn)