Apnea Pada Bayi - Apa dan Siapa

FimelaDiterbitkan 05 September 2013, 20:43 WIB

Bayi memang rentan terhadap penyakit sebab segala imun bayi belum tentu sudah berkembang dengan baik. Apalagi pada bayi yang lahir premature sebab perkembangan organ dalamnya belum sempurna. Salah satu penyakitnya yaitu apnea.

Ladies pernah melihat bayi sesak nafas? Apnea merupakan penyakit yang berhubungan dengan sistem pernafasan. Berbeda dengan sesak nafas, apnea merupakan penyakit yang menyebabkan pada saat bayi tidur proses bernafas berhenti sesaat (beberapa detik) lalu lanjut bernafas lagi. Apnea ini bisa menjadi penyakit yang serius sebab masa berhentinya bernafas itu terjafi berulang.

Apnea sendiri terbagi menjadi tiga macam berdasarkan pada penyebabnya. Pertama, obstructive sleep apnea (OSA). Penyakit ini disebabkan oleh adanya penyumbatan saluran pernafasan. Kedua adalah central sleep apnea, yang terjadi akibat gagalnya otak mengirimkan sinyal ke otot untuk bernafas. Ketiga adalah mixed apnea, apnea yang terjadi karena kombinasi kondisi keduanya.

Kasus pada bayi umumnya adalah central apnea. Bayi prematur, bayi dengan down syndrome, adalah golongan yang beresiko mengalami apnea. Namun bukan berarti bayi lainnya tidak beresiko, menurut penjelasan di babycenter.com, siapa pun bisa terkena apnea.

Bayi bisa berhenti bernafas sesaat saat tidur selama 15-20 detik. Pada anak usia lebih tua, berhenti bernafas sesaat selama 10 detik. Bayi mungkin akan seperti tersedak saat mulai bernafas lagi. Bayi juga mungkin membiru karena kekurangan oksigen.

Namun, jika bayi masih berusia di bawah 6 minggu, bayi juga terkadang mengalami gejala yang sama seperti apnea. Terkadang bayi bernafas dengan cepat, lalu lambat, atau kadang tampak berhenti beberapa detik. Hal ini terjadi karena sistem pernafasannya masih berkembang.

Oleh: Asizah

(vem/rsk)
What's On Fimela