Permasalahan Perkembangan Janin Yang Sering Muncul

Fimela diperbarui 07 Sep 2013, 15:16 WIB

Ladies, sebagai calon ibu yang baik, kita tidak hanya harus mengetahui perkembangan janin kita, tetapi kita juga harus tahu permasalahan apa saja yang mungkin menimpa janin kita.

Menurut healthofchildren.com, walaupun 90% bayi di Amerika Serikat terlahir dengan sehat, namun abnormalitas kongenital bisa saja muncul ketika janin masih berkembang dalam kandungan. Kelainan genetika ini membuat bayi menderita malformasi organ tubuh, atau mengalami penundaan perkembangan janin setelah bayi dilahirkan.

Kelainan genetik ini disebabkan oleh mutasi ringan atau kerusakan genetic pada sel, atau abnormalitas kromosom. Biasanya, kelainan genetik ini merupakan warisan dari pihak ayah atau ibu, atau bahkan keduanya.

Tapi, beberapa abnormalitas genetik merupakan keadaan sementara saja, dalam artian, abnormalitas itu masih akan ada hingga bayi dilahirkan. Tapi, beberapa abnormalitas genetik bisa berakibat fatal. Bahkan, sering terjadi pula kelainan genetik mempengaruhi pertumbuhan janin hingga tumbu menjadi cacat fatal setelah bayi dilahirkan.

Keguguran merupakan salah satu abnormalitas genetik yang paling banyak terjadi. Setidaknya, sebanyak 10% hingga 15% kehamilan berakhir dengan keguguran atau aborsi akibat abnormalitas genetika.

Tapi, tidak hanya abnormalitas genetik saja yang bisa mengancam kesehatan janin kita. Umur ibu juga bisa menjadi ancaman bagi bayi. Down syndrome, contohnya, adalah kelainan yang berhubungan dengan umur ibu ketika hamil. Semakin banyak umur ibu, semakin besar resiko down syndrome.

Ladies, ada banyak cara untuk mencegah terjadinya abnormalitas pada perkembang janin kita. Anda selalu bisa berkonsultasi dengan dokter atau bidan Anda, untuk mendapatkan saran terbaik. Selain itu, usahakan untuk rutin melakukan periksaan USG untuk mengetahui perkembangan bayi.

Oleh: Nastiti Primadyastuti

(vem/rsk)