Risiko Kekurangan Air Ketuban

Fimela diperbarui 11 Sep 2013, 11:48 WIB

Bunda, air ketuban merupakan salah satu hal wajib yang perlu menjadi perahatian selama masa kehamilan. Air ketuban adalah cairan yang memenuhi rahim yang ditampung dalam kantung ketuban. Fungsi cairan ketuban antara lain sebagai pelindung yang menjaga janin terhadap benturan dari luar, memungkinkan janin leluasa bergerak dan tumbuh bebas ke segala arah, serta sebagi benteng terhadap kuman dari luar tubuh Ibu dan menjaga kestabilan suhu.

Banyak sekali fungsi dari air ketuban. Dijelaskan pada situs mayoclinic.com, bahwa kehamilan normal jumlah cairan ketuban sekitar 1000Cc, air ketuban dikatakan kurang jika volumenya lebih sedikit dari 500Cc. Untuk bisa mendeteksi volume air ketuban, Anda bisa melakukan USG.

Nah, bahaya jika kekurang air ketuban tentu saja akan mengganggu kehidupan janin, diantaranya:

1. Kelainan pada Janin
Kekurangan air ketuban beresiko terjadi penyumbatan saluran kemih. Biasanya berhubungan dengan kelainan saluran kemih, seperti ginjal tidak berkembang secara normal.

2. Mengalami Komplikasi
Jika saat Anda hamil, asupan cairan ke tubuh kurang maka akan mengalami dehidrasi. Saat Anda sedang hamil ternyata sangat memerlukan asupan cairan dengan jumlah yang banyak, jika kebutuhan minimum cairan untuk tubuh tidak dapat terpenuhi, maka akan mengakibatkan dampak buruk pada janin dan si Ibu. Dehidrasi itulah yang berpengaruh pada jumlah air ketuban.

3. Plasenta Bermasalah
Plasenta yang tidak memberikan darah dan nutrisi yang cukup untuk janin memungkinkan untuk berhenti mendaur ulang cairan sehingga jumlah air ketuban semakin berkurang.

4. Dinding Ketuban Pecah atau Bocor
Kebocoran atau pecahnya dinding rahim membuat air ketuban keluar dari rahim sehingga akibat buruknya jumlah air ketuban yang tersisa didalam rahim hanya sedikit.

Oleh: Ismaya Indri Astuti

(vem/rsk)