Aktivitas Seks Sejak Dini Awali Hiperseksual

FimelaDiterbitkan 16 September 2013, 10:44 WIB

Anda tentu pernah mendengar tentang hiperseksual bukan? Kelainan seksual jenis ini tidak sedikit ditemui di masyarakat loh Ladies. Lalu, apa sih hiperseksual itu?

Hiperseksual sering juga disebut sebagai kecanduan seks. Namun uniknya, mereka kecanduan pada proses dari seks ketimbang perilaku seks itu sendiri loh.

Seperti yang dilansir dalam psychcentral.com, hiperseksual didefinisikan sebagai keasyikan disfungsional dengan fantasi seksual. Mereka cenderung untuk mengejar kenikmatan obsesif dari seks kasual, meski tidak harus intimate atau vaginal seks, pornografi termasuk kecanduan gambar dan filem, masturbasi kompulsif yakni dorongan masturbasi kapanpun di manapun, dan lain sebagainya.

Pola pikiran dan perilaku mereka akan terus berlanjut loh Ladies, meskipun ada upaya yang dilakukan untuk mengoreksi diri yang memiliki masalah, janji pada diri sendiri dan orang lain untuk tidak lagi berperilaku demikian.

Biasanya penderita hiperseksual lebih cenderung memanfaatkan gairah seksual untuk menurunkan stres saat mengalami hari-hari yang buruk. Beda halnya dengan orang normal yang biasa mengatasi hari-hari buruknya dengan berbincang dengan teman atau orang terdekatnya.Artinya, orang dengan hiperseks lebih sulit untuk menenangkan diri sendiri dan mengontrol emosionalnya nih Ladies.

Banyak dari penderita hiperseksual mencari pengobatan ke psikiater untuk kelainan yang mereka miliki. Namun sayangnya, kesadaran tersebut muncul setelah mereka mengalami masalah pada kesehatan, karir, atau bahkan keuangannya loh. Tidak heran ya, karena memang rata-rata mereka yang mengidap gangguan ini selalu melibatkan emosi seksualnya di semua aktivitas.

Perilaku hiperseks bisa saja terjadi karena mereka telah mengenal pornografi di usia muda. Nah, aktivitas seksual di usia muda inilah yang akan membuat otak menciptakan kebutuhan rangsangan seksual yang berlebih di kemudian hari.

So Ladies, mumpung belum, awasi diri Anda dan anggota keluarga sejak dini ya.

Oleh: Gilang Pratiwi

(vem/rsk)