Selain umbilical granuloma dan umbilical hernia, keabnormalan lain yang mungkin terjadi pada tali pusar adalah jumlah arteri tali pusar yang hanya satu. Single umbilical artery ini hanya pada 1% kelahiran tunggal dan 5% pada kelahiran kembar serta tidak dipengaruhi oleh bagaimana perawatan tali pusar yang anda lakukan.
Pada umumnya, tali pusar bayi memiliki 2 arteri dan 1 vena. Namun pada single umbilical artery hanya terdapat 1 arteri dan arteri kiri lebih sering “hilang” dibandingkan dengan arteri kanan.
Seperti dikutip dari laman emedicine.medscape.com, ibu hamil yang menderita diabetes berpeluang besar untuk melahirkan buah hati yang menderita single umbilical artery. Selain itu, wanita berkulit putih juga berpeluang dua kali lebih besar untuk memiliki anak yang menderita single umbilical artery dibandingkan dengan wanita African-American dan Jepang.
Single umbilical artery bisa terjadi karena beberapa hal, yaitu atrophy pada arteri yang sebelumnya normal dan agenesis pada salah satu umbilical artery.
Single umbilical artery dapat dideteksi sebelum bayi lahir melalui ultrasonografi. Ketika dilihat melalui ultrasonografi, maka terlihat pembuluh vena lebih besar daripada pembuluh arteri.
Bayi yang lahir dengan single umbilical artery memiliki kaitan erat dengan kelainna kesehatan, seperti masalah kardiovaskular, esophageal atresia, kelainan ginjal, dan multiple anomaly syndromes.
Oleh: Pravianti