Sukses

FimelaMom

7 Cara Ampuh yang Terbukti Meningkatkan Produksi ASI

ringkasan

  • Produksi ASI sangat bergantung pada prinsip 'penawaran dan permintaan', di mana semakin sering ASI dikeluarkan, semakin banyak yang akan diproduksi oleh tubuh.
  • Strategi menyusui yang efektif seperti frekuensi sering, pelekatan benar, menyusui kedua payudara, serta kontak kulit ke kulit sangat krusial untuk merangsang suplai ASI.
  • Teknik memompa yang tepat seperti <i>power pumping</i>, dukungan nutrisi, hidrasi, pengelolaan stres, dan konsultasi laktasi berperan penting dalam menjaga dan meningkatkan produksi ASI.

Fimela.com, Jakarta - Menyusui adalah perjalanan indah bagi setiap ibu, namun tak jarang diwarnai kekhawatiran akan produksi ASI yang dirasa kurang. Banyak ibu bertanya-tanya bagaimana cara agar ASI melimpah, terutama pada minggu-minggu awal pasca persalinan atau saat bayi memasuki fase pertumbuhan pesat. Jangan khawatir, Sahabat Fimela, karena ada berbagai strategi yang terbukti efektif untuk meningkatkan suplai ASI Anda.

Kunci utama dalam meningkatkan produksi ASI adalah memahami prinsip 'penawaran dan permintaan' atau supply and demand. Ini berarti, semakin sering dan efektif ASI dikeluarkan dari payudara, baik melalui menyusui langsung maupun memompa, tubuh akan menerima sinyal untuk memproduksi lebih banyak ASI. Sebaliknya, jika payudara jarang dikosongkan, produksi ASI akan menurun.

Oleh karena itu, penting bagi setiap ibu menyusui untuk mengoptimalkan frekuensi dan teknik pengosongan payudara. Selain itu, dukungan nutrisi, hidrasi, dan pengelolaan stres juga memegang peranan krusial. Dengan memahami dan menerapkan cara-cara terbukti meningkatkan produksi ASI, Anda dapat memastikan si kecil mendapatkan nutrisi terbaik untuk tumbuh kembangnya.

Strategi Menyusui Efektif untuk ASI Melimpah

Untuk memastikan produksi ASI yang optimal, frekuensi menyusui memegang peranan sangat penting. Sahabat Fimela disarankan untuk menyusui bayi sesering mungkin, idealnya 8-12 kali atau lebih dalam 24 jam, terutama pada minggu-minggu pertama setelah kelahiran. Jangan menunggu bayi menangis atau rewel karena itu bisa menjadi tanda lapar yang terlambat dan mempersulit pelekatan yang efektif. Ikuti isyarat lapar bayi untuk menyusui sesuai kebutuhannya.

Pelekatan dan posisi menyusui yang benar juga krusial. Pastikan bayi melekat dengan baik pada payudara, karena pelekatan yang tidak efektif dapat mengurangi ekstraksi ASI dan memberi sinyal kepada tubuh untuk memproduksi lebih sedikit ASI. Tawarkan kedua payudara pada setiap sesi menyusui; biarkan bayi menyelesaikan satu sisi sebelum menawarkan sisi lainnya.

Selain itu, pijat payudara dengan lembut sebelum dan selama menyusui atau memompa dapat membantu meningkatkan aliran ASI. Teknik switch nursing, yaitu mengganti payudara beberapa kali selama sesi menyusui, dapat menjaga bayi tetap terjaga dan merangsang produksi ASI. Terkadang, bayi mungkin ingin menyusui lebih sering dalam beberapa jam, yang dikenal sebagai cluster feeding. Ini adalah perilaku normal bayi dan dapat membantu meningkatkan produksi ASI Anda.

Jangan lupakan kekuatan kontak kulit ke kulit (skin-to-skin contact). Melakukan kontak kulit ke kulit secara teratur dengan bayi tidak hanya mempererat ikatan, tetapi juga dapat merangsang produksi ASI dengan menstimulasi hormon prolaktin dan oksitosin. Praktik ini juga membantu menurunkan tingkat stres ibu, yang merupakan salah satu faktor penghambat produksi ASI.

Optimalkan Produksi ASI dengan Teknik Memompa yang Tepat

Memompa ASI secara teratur adalah cara terbukti meningkatkan produksi ASI, terutama bagi ibu yang tidak bisa menyusui langsung atau ingin membangun cadangan ASI. Pompa sesering bayi menyusu untuk memberi sinyal pada tubuh agar terus memproduksi ASI. Memompa setelah menyusui juga sangat efektif untuk memastikan payudara kosong sempurna, yang pada gilirannya akan merangsang produksi ASI lebih banyak.

Pilihlah pompa payudara listrik ganda berkualitas baik untuk efisiensi dan efektivitas maksimal. Memompa kedua payudara secara bersamaan tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga dapat meningkatkan suplai ASI. Pompa selama dua menit setelah ASI berhenti mengalir untuk memastikan pengosongan optimal dan membangun suplai yang baik.

Teknik power pumping meniru pola cluster feeding bayi dan sangat efektif untuk meningkatkan produksi ASI. Contoh rutinitas power pumping adalah memompa selama 20 menit, istirahat 10 menit, memompa 10 menit, istirahat 10 menit, lalu memompa 10 menit lagi. Lakukan ini sekali sehari selama beberapa hari untuk melihat hasilnya.

Selain itu, teknik hands-on pumping, yaitu memijat dan mengompres payudara sebelum dan selama sesi memompa, dapat membantu mengalirkan ASI lebih baik. Setelah aliran ASI melambat, pijat payudara selama satu atau dua menit, lalu peras sisa ASI dengan tangan atau kembali ke pompa. Ekspresi tangan juga berguna jika payudara terasa sangat penuh atau jika Anda tidak memiliki akses ke pompa, serta dapat membantu memulai aliran ASI dan mengosongkan payudara sepenuhnya.

Dukungan Diri dan Faktor Lain untuk Suplai ASI Optimal

Selain strategi menyusui dan memompa, perawatan diri juga sangat penting untuk menjaga produksi ASI yang sehat. Pastikan Sahabat Fimela mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang dengan berbagai jenis makanan bergizi. Jangan lupa untuk minum banyak air; ibu menyusui membutuhkan sekitar 16 cangkir air per hari karena lebih dari 80% ASI adalah air.

Istirahat yang cukup dan pengelolaan stres juga berperan besar. Stres yang berlebihan dapat menghambat hormon prolaktin yang penting untuk produksi ASI. Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman saat menyusui atau memompa. Teknik relaksasi seperti mendengarkan musik atau melihat gambar bayi dapat membantu memicu refleks let-down.

Beberapa herbal dan obat-obatan, yang dikenal sebagai galaktagog, dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Fenugreek (klabet) adalah salah satu galaktagog yang paling umum digunakan dan dikenal dapat meningkatkan produksi ASI. Daun katuk, daun kelor, dan adas juga sering digunakan sebagai galaktagog alami. Namun, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau konsultan laktasi sebelum mengonsumsi suplemen atau herbal apa pun.

Hindari memberikan suplemen formula yang tidak perlu karena dapat mengurangi permintaan bayi akan ASI, yang pada akhirnya akan menurunkan suplai. Jika suplementasi diperlukan secara medis, pastikan untuk tetap memompa selama waktu menyusui tersebut untuk menjaga suplai ASI Anda. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang produksi ASI, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan konsultan laktasi. Mereka dapat membantu mengidentifikasi akar masalah dan memberikan solusi yang dipersonalisasi untuk situasi Anda.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading