Bidan Desa Harus Bisa Ajak Masyarakat Pasang KB

Fimela diperbarui 23 Mei 2014, 20:49 WIB

Selain membantu proses persalinan, tugas lain yang tak kalah penting bagi bidan desa adalah pelayanan pemasangan KB. Tidak hanya pemasangan KB jangka pendek seperti suntik dan pil KB, KB jangka panjang seperti implan dan IUD juga harus mampu dilayani dengan baik oleh bidan desa.

Apalagi di tahun 2014 ini, seperti dilangsir dari laman jamsosindonesia.com, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semakin dipantau oleh BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional). Dalam rangka JKN ini, bidan desa akan mendapatkan uang kompensasi sebesar 70 ribu rupiah jika berhasil memasangkan KB jangka panjang kepada 1 orang.

Sebelumnya, bidan desa hanya mendapatkan kompensasi sebesar 10 ribu rupiah jika berhasil memasang KB jangka pendek kepada 1 orang.

Untuk memaksimalkan peran bidan desa dalam pemasangan KB, BKKBN menggelar pelatihan pemasangan KB untuk para bidan desa. Seperti dikutip dari situs kliksehat.co, BKKBN telah melatih sebanyak 36 ribu bidan desa. Harapannya, bidan desa memiliki keterampilan yang baik dalam memasang KB.

Untuk menunjang pelayanan KB ini, selain peningkatan keterampilan bagi para bidan desa, distribusi alat kontrasepsi juga akan terus ditingkatkan. Jadi, setiap klinik di desa akan menyediakan alat kontrasepsi dalam jumlah yang cukup dan nantinya pemerintah daerah lah yang bertanggung jawab penuh atas ketersediaan alat kontrasepsi tersebut.

Oleh: Pravianti

(vem/ver)