Sebab Infeksi Pada Jahitan Operasi Caesar

Fimela diperbarui 03 Sep 2014, 13:02 WIB

Moms, tahukah Anda bahwa saat persalinan caesar, ada sekitar 7 lapisan mulai dari kulit perut sampai dinding rahim yang akan dijahit satu persatu oleh dokter ketika menutup luka bekas operasi caesar? Inilah mengapa infeksi pada jahitan operasi caesar bisa terjadi di kulit perut atau rahim.

Dilansir dari laman ayahbunda.co.id, infeksi bisa terjadi pada bekas jahitan operasi bahkan dinding rahim, walaupun yang terakhir ini jarang terjadi.

Kalau tidak ditangani dengan benar, infeksi yang biasanya terjadi pada hari ke-3 hingga ke-7 pasca persalinan bisa berakibat fatal pada kesehatan ibu.

Terjadinya infeksi pada kulit perut ibu biasanya disebabkan oleh kurang sterilnya alat-alat operasi yang digunakan. Seperti yang kita tahu, kebersihan alat-alat operasi selalu menjadi hal utama yang harus diperhatikan sebelum melakukan operasi. Jika alat-alat operasi yang digunakan kurang bersih, hal ini bisa memicu infeksi pada pasien.

Selain kebersihan, respon tubuh pasien terhadap benang jahit bisa juga menjadi sebab infeksi. Mengapa? Dalam operasi caesar kita mengenal dua jenis benang jahit. Jenis pertama terbuat dari protein dan bisa diserap oleh tubuh. Jenis kedua adalah benang sintetis yang tidak bisa diserap oleh tubuh dan harus diangkat setelah beberapa hari.

Untuk jenis benang jahit pertama, atau yang terbuat dari protein, bagi beberapa pasien bisa tidak tahan dan menyebabkan alergi sehingga luka jahitan operasi caesar terinfeksi dan atau membuka kembali.

Sebab terakhir adalah cara menjahit. Kasus ini bisa terjadi kalau jaringan kulit yang dijahit terlalu banyak sehingga bekas jahitan menjadi tebal dan memicu terjadinya infeksi.

Nah, ditambahkan laman bundaananda.blogspot.com, hal yang harus Anda lakukan untuk mencegah infeksi menjadi semakin parah adalah mengenali gejala terjadinya infeksi seperti berikut:

  • Jahitan dikulit perut terlihat merah dan meradang.
  • Terasa sangat gatal.
  • Keluar cairan putih kekuningan atau darah di sela-sela jahitan.
  • Terasa panas di daerah jahitan.
  • Nyeri kalau ditekan.

Jika Moms mengalami satu atau lebih gejala-gejala di atas, yang perlu diingat adalah jangan terus ditekan bahkan digaruk lukanya ya. Tahan sebentar dan segeralah hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Oleh : Maulisa

(vem/riz)