Jika Tahun Lalu Penuh Cobaan, Tahun Ini Saatnya Bangkit dari Keterpurukan

Endah Wijayanti diperbarui 16 Jan 2019, 12:25 WIB

Fimela.com, Jakarta Apapun mimpi dan harapanmu tidak seharusnya ada yang menghalanginya karena setiap perempuan itu istimewa. Kita pun pasti punya impian atau target-target yang ingin dicapai di tahun yang baru ini. Seperti kisah Sahabat Fimela ini yang kisahnya ditulis untuk mengikuti Lomba My Goal Matters: Ceritakan Mimpi dan Harapanmu di Tahun yang Baru.

***

Oleh: N - Cirebon

Tidak terasa sudah 2019 dan terhitung dari tahun ini, saya berarti sudah lulus S1 masuk tahun ketiga ini. Dan tahun ini pula usia saya akan menginjak 24 tahun yang kata orang masa tergalau. Semoga saya bisa menjalaninya. Di tahun sebelumnya 2018 mungkin bagi kebanyakan orang adalah tahun membahagiakan, tetapi bagi saya tahun 2018 amat banyak cobaan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Dari mulai cobaan dalam lingkungan kerja, harus kehilangan om terdekat untuk selamanya, dan juga ayah saya divonis dokter terserang stroke, dan memilki riwayat diabetes militus. Saya masih bisa bilang beruntung sih karena ayah saya adalah purnawirawan sehingga bisa full time di rumah, dan sekarang ibu saya menjadi tulang punggung keluarga.

Jadi bisa kebayang, saya collapse dengan keadaan tersebut. Tapi ini sudah 2019. Mau sampai kapan seperti ini? Muncul harapan baru yaitu untuk tetap kuat dan terus berkembang. Dalam keadaan apapun saya tetap bergerak. Karena saya pikir tak akan ada yang sia-sia, saya hanya perlu terus tetap bergerak meski dalam keadaan apapun, masa sulit apapun, terus bergerak walaupun hanya sedikit. Biarlah 2018 berlalu dengan segala hikmahnya.

 

What's On Fimela
Ilustrasi./Copyright unsplash.com

Di tahun 2019 ini goal saya adalah menjadi manusia yang lebih kuat lagi dalam menghadapi cobaan hidup. Mulai merintis usaha dan menekuni apa yang saya sukai. Selain itu ada beberapa hal kecil yang sesungguhnya sangat berpengaruh, yaitu gadget. Mulai sekarang saya harus mengurangi waktu untuk bermain gadget, yang menurut saya bermain gadget sangat membuang waktu, ketika berselancar yang saya perlu cari tahu hanya satu topik tetapi seringkali sampai di luar dari topik. Karena inilah saya ingin lebih membatasi lagi dalam hal waktu bermain gadget seperti saat mau tidur saja.

Untuk memenuhi target saya dalam berkegiatan sehari-hari tersebut saya membuat work list di mana berisikan tabel kegiatan dari mulai Senin sampai dengan Minggu. Work list ini saya print sendiri menggunakan kertas HVS yang saya bagi menjadi 4. Kemudian saya tempel di papan styrofom kamar saya. Setiap minggunya saya melakukan evaluasi dari worklist tersebut dengan membuat jurnal mingguan yang saya bagi menjadi 4 topik yaitu finance (melaporkan segala pengeluaran dalam satu minggu dan perencanaan minggu berikutnya), habits (kesehatan, terkait jam tidur, workout, asupan makanan, waktu), bisnis (perkembangan usaha dan kegiatan yang saya sukai), terakhir evaluasi (evaluasi dari 4 topik tersebut dan kesalahan apa, pelajaran apa, serta cara memperbaikinya). Ini amat sangat membantu buat saya untuk meningkatkan kegiatan yang produktif.