Restu Orangtua Bisa Mengantarkan ke Karier yang Lebih Baik

Endah Wijayanti diperbarui 24 Apr 2019, 16:42 WIB

Fimela.com, Jakarta Punya pengalaman suka duka dalam perjalanan kariermu? Memiliki tips-tips atau kisah jatuh bangun demi mencapai kesuksesan dalam bidang pekerjaan yang dipilih? Baik sebagai pegawai atau pekerja lepas, kita pasti punya berbagai cerita tak terlupakan dalam usaha kita merintis dan membangun karier. Seperti kisah Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis April Fimela: Ceritakan Suka Duka Perjalanan Kariermu ini.

***

Oleh: Wiwi Purnamadewi - Tangerang

Lulus SMA saya sebenarnya ingin melanjutkan kuliah di Jakarta dengan pilihan jurusan sendiri sesuai dengan keinginan saya, tapi ternyata orangtua tidak mengizinkan. Mereka ingin agar saya melanjutkan kuliah di Bandung menyusul kakak-kakak saya yang sudah terlebih dahulu menetap di Bandung. Saya akhirnya mengikuti keinginan orangtua kuliah di Bandung dengan pilihan jurusan dan fakultas sesuai dengan keinginan orangtua.

Dengan sedikit kecewa saya tetap mengikuti keinginan orangtua saya. Saya yakin pilihan orangtua pasti yang terbaik untuk anaknya dengan berbagai alasan yang dapat meyakinkan saya bahwa pilihan mereka benar untuk saya. Selama kurang lebih 4,5 tahun saya dapat menyelesaikan pendidikan saya dan meraih gelar sarjana. Setelah itu saya kembali ke kota asal saya dan mulai mencari-cari pekerjaan, berbagai macam pekerjaan pernah saya coba, tapi pada akhirnya saya diterima menjadi pegawai negeri sipil di lingkungan departemen pendidikan, ini adalah harapan orangtua saya.

Setelah setahun menjalankan tugas sebagi pegawai negeri sipil, ada seorang teman yang menganjurkan saya agar mengikuti tes untuk pertukaran persahabatan Indonesia-Jepang abad 21 yang disponsori oleh JICA pada tahun 1995 di kantor biro kerja sama teknik luar negeri di sektetaris negara. Dengan setengah keraguan saya mengikuti berbagai tes tersebut, dan ternyata saya lulus. Akhirnya saya berangkat ke Jepang selama satu bulan mengikuti program tersebut. Banyak pengalaman yang saya dapat yang tidak dapat dinilai dengan uang.

Hikmah dari itu semua adalah ketika orangtua memilihkan sesuatu untuk anaknya, pasti sesuatu itu adalah yang terbaik bagi anaknya. Terbayang oleh saya seandainya saya dulu tetap bersikukuh ingin kuliah di Jakarta dengan pilihan saya sendiri dan tentu saja saya akan bekerja di tempat yang berbeda dengan yang saat ini, dan tidak akan memiliki kesempatan berkunjung ke Jepang. Sebuah hikmah akan selalu ada di setiap peristiwa yang kita alami. Dan saat ini alhamdullillah karier saya sudah bagus dengan memiliki beberapa staf dan pegawai. Terimakasih ayah dan ibu yang selalu mendoakan kesuksesan anaknya.

 

What's On Fimela