Tempe vs Tahu, Mana yang Lebih Bernutrisi?

fitriandiani diperbarui 29 Mei 2019, 13:30 WIB

Fimela.com, Jakarta Di Indonesia, tak sulit mencari tempe. Makanan dengan bahan utama biji kedelai ini umum dimakan sebagai lauk pendamping, bahkan jadi sumber protein utama bagi para vegetarian.

Selain tempe, ada pula tahu yang sama-sama berbahan dasar kedelai. Tapi, kalau tempe menggunakan biji kedelai, tahu menggunakan susu kedelai kental. Tempe juga memiliki rasa yang lebih kuat daripada tahu.

Meski bertekstur padat, tempe lebih mudah menyerap rasa jika dimasak dengan bumbu lain. Namun, bagaimana dengan kandungan nutrisinya? Tempe atau tahu kah yang lebih banyak mengandung nutrisi dari kedelai itu sendiri?

2 dari 3 halaman

Tempe Lebih Kaya Nutrisi

Tempe tahu. (Via: kopisiantar.com)

Tempe sangat tinggi protein namun rendah lemak, juga bebas dari kolesterol. Selain itu, tempe juga mengandung 4 gram serat per porsi, berbeda dengan tahu yang hanya mengandung setengahnya; seperti yang dilansir dari situs PureWow.

"Tempe mengandung lemak, zat besi, kalsium, niasin, dan omega-4 yang sehat," ujar Lindsey Pine, seorang ahli gizi, dikutip dari PureWow. "Karena terbuat dari kedelai fermentasi, ini mengandung probiotik yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan," tambah Lindsey.

Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa tempe mengandung lebih banyak nutrisi dibanding tahu.

3 dari 3 halaman