Cek Tekanan Darah di Rumah untuk Hindari Stroke dan Serangan Jantung

Anisha Saktian Putri diperbarui 24 Sep 2019, 10:00 WIB

ringkasan

  • Hipertensi atau tekanan darah tinggi terkadang tidak memiliki tanda-tanda atau gejala, dan bisa terjadipada siapa saja
  • Biasanya, serangan jantung dan stroke kerap terjadi di rumah, bukan di rumah sakit atau klinik

Fimela.com, Jakarta Hipertensi merupakan penyebab kematian (mortality) dan kesakitan (morbidity) terbanyak di seluruh dunia baik di negara yang sedang berkembang maupun di negara maju. Di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar dari Kementerian Kesehatan RI (2018), prevalensi hipertensi adalah sebesar 34,1% dari populasi usia dewasa dan menjadi penyebab utama gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi terkadang tidak memiliki tanda-tanda atau gejala, dan bisa terjadi pada siapa saja. Kebanyakan penderitanya tidak menyadari, sehingga berbahaya karena bisa menyebabkan komplikasi kesehatan.

Ketika darah memberi tekanan terlalu besar pada sistem kardiovaskular, dinding pembuluh darah serta otot jantung bisa rusak dan menyebabkan serangan jantung. Komplikasi lainnya termasuk gagal ginjal dan stroke.

Ini sebabnya hipertensi juga kerap disebut ‘silent killer’. Hipertensi merupakan penyebab kematian kelima terbesar di Indonesia.1 Riset dari World Health Organization (2015) menyebutkan bahwa 1 dari 4 laki-laki dan 1 dari 5 perempuan di seluruh dunia saat ini berisiko menderita hipertensi.

dr. Tunggul D. Situmorang, Sp.PD-KGH, Ketua Umum InaSH menyampaikan perlu upaya Gerakan Peduli Hipertensi (GPH) sebagai bagian dari Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) untuk upaya pencegahan.

"Saat ini ada paradigma baru dalam tata kelola hipertensi, yang meliputi diagnosis, klasifikasi, pilihan obat-obatan dan target tekanan darah yang harus dicapai. Hal ini disarikan dari berbagai panduan tentang hipertensi yang ada," ujarnya dalam acara OMRON Healthcare Indonesia dan Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH), di Jakarta.

Ia menambahkan, kini diagnosis hipertensi tidak lagi hanya didasarkan atas pengukuran tekanan darah di rumah sakit atau klinik praktik dokter, yang disebut dengan “Office Blood Pressure”, tapi dianjurkan untuk melakukan pengukuran tekanan darah di rumah atau disebut “Out of Office Blood Pressure” di mana CERAMAH (Cek Tekanan Darah di Rumah) termasuk dalam kategori ini.

"Kepatuhan makan obat dan perhatian atas kesehatan diri sendiri juga diharapkan akan meningkat dengan cara ini. Sehingga pencapaian target tekanan darah juga akan lebih mudah tercapai," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Pentingnya cek tekanan darah di rumah

Usir Hipertensi dengan Rutin Donor Darah (Fancy Studio/Shutterstock)

dr. Tunggul D. Situmorang mengatakan pentingnya cek darah di rumah karena kerusakan organ vital seperti jantung, syaraf, ginjal, dan pembuluh darah,dapat dihindari.

Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S, Anggota Dewan Pembina InaSH menambahkan, riset yang dilakukan oleh InaSH menunjukkan, 63% pasien hipertensi mengonsumsi obat antihipertensi tanpa pemantauan. Ini juga menunjukkan, sebagian besar pasien tidak melakukan cek tekanan darah secara teratur dan mandiri di rumahnya.

Banyak studi menunjukkan, CERAMAH memiliki nilai prognostik yang lebih baik dibandingkan hanya pemeriksaan tekanan darah di rumah sakit. CERAMAH juga meningkatkan kepatuhan pasien dan mendeteksi keberadaan masked hypertension (hipertensi terselubung) dan whitecoat hypertension (hipertensi jas putih).

"Kampanye CERAMAH diluncurkan pada 2018 sebagai upaya untuk menurunkan prevelansi hipertensi yang saat ini masih tinggi di Indonesia (1 dari 3 orang Indonesia terkena hipertensi)," ungkapnya.

Biasanya, serangan jantung dan stroke kerap terjadi di rumah, bukan di rumah sakit atau klinik. Serangannya pun tak bisa diprediksi. Ini pentingnya penderita hipertensi mengubah gaya hidup merekadan mulai melakukan pemeriksaan tekanan darah di rumah secara teratur.

OMRON Healthcare Indonesia bekerja dengan berbagai organisasi kesehatan menawarkan peralatan kesehatan yang andal dan mudah digunakan untuk membantu pengguna memantau tekanan darah mereka pada batasan yang sehat dan normal.

"Data yang dipantau berperan sangat penting untuk memberi informasi ke dokter, yang kemudian dapat memanfaatkannya untuk memberikan pengobatan secara efektif," tutup Yoshiaki Nishiyabu, Managing Director, PT. OMRON Healthcare Indonesia.

 

Pentingnya Cek Tekanan Darah di Rumah untuk Hindari Stroke dan Serangan Jantung  

3 dari 3 halaman

Simak video berikut

#growfearless with Fimela