Usai New York, Iskandar Widjaja Sajikan Musik Klasik Kontemporer di Konser 1001 Lights

Anto Karibo diperbarui 16 Nov 2019, 20:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Iskandar Widjaja, seorang pemain biola Internasional keturunan Indonesia baru saja menggelar konser bersama Fazil Say di Bohemian National Hall New York, Amerika Serikat awal bulan November ini.

Bulan sebelumnya, Iskandar juga menyajikan 'Bach and Zen' di Soho House Berlin, Jerman. Dan di Indonesia, Iskandar Widjaja baru saja menampilkan pertunjukan musik klasik kontemporer dalam Heritage Concert Series: 1001 Lights di Soehanna Hall pada Jumat malam, 15 November 2019.

Dalam pertunjukan yang merupakan rancangan dari The Grand Signature Piano sebagai penyelenggara acara, Iskandar memulai pertunjukan dengan mengajak penonton berkonsentrasi lewat meditation ceremony.

Lalu, penonton disuguhi permainan biola darinya dan piano dari Christine Utomo yang mengagumkan selama sekitar dua jam. Iskandar dan Christine menyajikan mahakarya dari beberapa komponis dunia. Pada tiga lagu terakhir, Iskandar juga menggunakan aransemen sendiri dalam lagu tersebut.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Dari Albumnya

Iskandar Widjaja, pemain biola internasional keturunan Indonesia (Istimewa)

Sekadar diketahui, konser yang bertajuk 'Heritage Concert Series: 1001 Lights' sendiri merupakan adaptasi dari album terbaru Iskandar Widjaja yang berjudul '1001 Nights in the Harem'.

Di album tersebut, Iskandar menggabungkan budaya Timur Tengah dengan budaya Barat. Ia seperti bertutur tentang kisah-kisah kuno dari negara-negara Timur Tengah seperti Arab, Yunani, India, Israel, Persia dan Turki yang terangkum dalam kisah 1001 Nights.

"Konser 1001 Lights pada dasarnya adalah esensi dan bagian dari musik yang saya mainkan. Saya memiliki latar belakang etnis campuran dengan pengaruh budaya Arab oriental dan ketika mengekspresikannya dalam bermusik saya merasa seperti di rumah sendiri,” kata Iskandar yang memiliki darah campuran Indonesia, Arab, China dan Belanda.

3 dari 4 halaman

Sarat Prestasi

Iskandar Widjaja, pemain biola internasional keturunan Indonesia (Istimewa)

Darah seni dari kakeknya Udin Widjaja, seorang musisi ternama di era Presiden RI Soekarno begitu deras mengalir padanya. Ya, dialah Iskandar Widjaja, pemain biola internasional keturunan Indonesia yang sarat prestasi internasional.

Musisi berpras menawan ini sudah meraih sederet prestasi seperti medali emas di 1st International Hindenmith Violin Competition serta Best Bach dan Best Beetoven Sonata di 21st Concorso Violinistico Internazionale Andrea Postacchini.

Prestasinya yang gemilang telah mengantarkan Iskandar ke panggung pertunjukan di seluruh dunia. Agenda konsernya sepanjang tahun sangat padat.

Iskandar Widjaja juga pernah berkolaborasi dengan musisi internasional seperti Noorman Widjaja, Przemyslaw Fiugajski, Gabriel Schwabe, Tina Guo, Paul Kwo dan Daron Hagon.

4 dari 4 halaman

Promosikan Warisan Budaya

Iskandar Widjaja, pemain biola internasional keturunan Indonesia (Istimewa)

Helen Gumanti, Executive Director The Grand Signature Piano mengatakan, Heritage Concert Series: 1001 Lights merupakan salah satu konser musik klasik terpenting yang pernah digelar oleh The Grand Signature Piano. Ini merupakan program yang dirancang untuk mempromosikan warisan budaya lewat konser musik klasik.

“Heritage Concert Series: 1001 Lights menggambarkan akulturasi budaya Timur Tengah ke Nusantara. Iskandar sebagai musisi internasional yang juga keturunan Arab sangat tepat untuk menyampaikan pesan tersebut,” kata Helen Gumanti.

Tag Terkait