Prosesi Pemakaman Ibunda Jokowi di Makam Keluarga Karanganyar

Imelda Rahma diperbarui 26 Mar 2020, 17:07 WIB

Fimela.com, Jakarta Jenazah Ibunda Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo dimakamkan hari ini Kamis (26/3) pada pukul 13.00 WIB. Lokasi pemakaman bertempat di Pemakaman Keluarga Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Lokasi ini juga merupakan tempat peristirahatan terakhir Noto Mihardjo, Ayahanda Jokowi.

Prosesi pemakaman dimulai dengan diangkatnya peti jenazah Ibunda Jokowi oleh enam anggota Paspampres yang berseragam merah putih dari mobil jenazah menuju tempat pemakaman. Terlihat pula Presiden Jokowi bersama keluarga yang turut mengiringi pengantaran peti jenazah. Gibran Rakabuming Raka selaku putra sulung Jokowi membawa foto mendiang sang nenek.

Jenazah dimakamkan disebelah makam suaminya, Noto Mihardjo. Prosesi ini dihadiri juga oleh para pejabat tinggi negara, antara lain Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Wakapolda Jateng Brigjend Pol Ahmad Luthfi.

Walaupun sebelumnya Presiden Jokowi sudah menghimbau kepada para Menteri Kabinet untuk tidak ikut malayat, tetapi sebelum jenazah disemayamkan terdapat tiga Menteri yang hadir melayat. Rombongan Menteri terdiri dari Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Agung. Ketiganya hadir dengan pengawalan ketat.

Prosesi pemakaman berlangsung selama satu jam dan berakhir tepat pada pukul 14.00 WIB. Setelah prosesi pemakaman berakhir, Presiden Jokowi bersama putra pertamanya Gibran pergi meninggalkan lokasi dengan menggunakan mobil. Presiden Jokowi hanya memberikan lambaian tangan dan tidak memberikan keterangan resmi apapun.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Pemakaman Dilaksanakan Secara Sederhana Tanpa Prosesi Kenegaraan

Prosesi Pemakaman Ibunda Jokowi Credit: Liputan6/FajarAbrori

Prosesi pemakaman Ibunda Jokowi terbilang sangat sederhana dan dilaksanakan tanpa prosesi kenegaraan. Pemakaman dilaksanakan seperti pemakaman masyarakat sipil pada umumnya. Seluruh pelayat yang hadir di lokasi pemakaman mengikuti aturan jaga jarak, sebelumnya juga mereka telah diminta untuk mencuci tangan saat akan memasuki lokasi. Masker dan penyemprotan disinfektan juga dilakukan demi menjaga keamanan.

Sebelum dimakamkan, jenazah Ibunda Presiden Jokowi disalatkan di Masjid Baiturrahman, Kampung Gayamsari Barat, Banyuanyar, Banjarsari, Surakarta. Setelahnya, jenazah bersama-sama diantar dari rumah duka menuju tempat pemakaman. Pemakaman berlangsung secara ketat karena terdapat 1.200 personel gabungan yang disebar sepanjang perjalanan dari rumah duka sampai tempat pemakaman.

Menurut beberapa sumber yang berada di lokasi pemakaman menyebutkan bahwa prosesi pemakaman Ibunda orang nomor satu di Indonesia ini sangat sederhana. Hal tersebut bisa dilihat dari bangunan makam yang sederhana tidak semewah para petinggi yang lainnya. Bahkan bagian atas bangunan makam hanya beratap seng biasa.

Proses persiapan pemakaman dikerjakan oleh 8 orang

Terdapat 8 orang pekerja yang dikerahkan untuk menyiapkan tempat pemakaman. Rincian tempat pemakaman yang disiapkan yakni, dengan kedalaman 1,5 meter; lebar 1 meter; dan Panjang sekitar 2,5 meter. Sementara pusara makam tepat berada disebelah makam suaminya, Noto Mihardjo.

3 dari 3 halaman

Himbauan Kepada Para Menteri Kabinet Agar Tidak Ikut Melayat

Para Menteri Diminta Tidak Ikut Melayat Credit: Merdeka.com/ArieSunaryo

Sebelum prosesi pemakaman berlangsung hari ini, Presiden Jokowi sempat memberikan instruksi kepada jajaran Menteri Kabinet untuk tidak ikut melayat ke pemakaman Ibundanya. Instruksi tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman pada Rabu (25/3) kemarin. Fadjroel menyampaikan bahwa jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju diminta untuk tetap di Jakarta dan mengirim doa saja atas meninggalnya Ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Motomihardjo.

Instruksi ini diminta oleh presiden mengingat kondisi Indonesia secara nasional terutama Jakarta yang masih menjadi zone merah penyebaran Covid-19. Presiden Jokowi meminta para Menteri untuk fokus meneruskan tugas dalam perang melawan Covid-19.

Sementara itu, ucapan belasungkawa hadir dari berbagai pihak, salah satunya adalah mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. “Saya dan keluarga mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu hj. Sudjiatmi Notomihardjo atau yang masyarakat lebih mengenal beliau dengan Ibu Noto, Ibunda Presiden Jokowi, “ujar SBY.

Pimpinan Partai Demokrat itu sempat mengenang pertemuan dengan Ibu Noto lima tahun yang lalu di Solo, Jawa Tengah. SBY mengatakan bahwa dirinya pernah berbincang-bincang tentang masa depan bangsa bersama Ibu Noto serta mendoakan agar Presiden Jokowi senantiasa mampu mengemban tugas-tugas negara.

Tidak hanya SBY, ucapan belasungkawa juga terus mengalir dari berbagai pihak sepert; Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Anies Baswedan, serta Megawati Soekarnoputri. Prabowo dan Anies menyampaikan belasungkawanya melalui akun media sosial mereka masing-masing. Sementara itu, Megawati Soekarnoputri mengucapkan belasungkawanya melalui Sekretaris Jendral PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.