Inovasi Teknologi Komunikasi Digital di Rumah Sakit Saat Pandemi

Novi Nadya diperbarui 04 Jul 2020, 12:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Indonesia masih mencatat kasus baru setiap harinya. Tentu menjadi ancaman sekaligus tantangan bagi garda terdepan yaitu tenaga kesehatan. 

Meski begitu, di masa pandemi Covid-19 juga terdapat  inovasi dan aktivitas yang muncul lewat pemanfaatan teknologi. Seperti yang dilakukan PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Coorporation (Pertamedika IHC) yang menyadari pentingnya penerapan teknologi digital dalam meningkatkan layanan kesehatan yang inklusif.

Salah satu akselerasi transformasi digital layanan kesehatan yang diterapkan Pertamedika IHC adalah penggunaan solusi kolaborasi and komunikasi digital dari Cisco. Lewat teknologi ini, dokter dan tim medis dapat berkomunikasi secara digital melalui live video yang aman dan andal dari mana saja dan kapan saja. 

Solusi ini juga membantu mengurangi risiko paparan tenaga medis, tanpa mengurangi kualitas layanan kesehatan dari tenaga kesehatan kepada pasien COVID-19. Saat ini Pertamedika IHC tengah fokus dalam memberikan layanan dengan menerapkan transformasi digital secara luas dan menyeluruh pada layanan kesehatan

 

2 dari 3 halaman

Memaksimalkan komunikasi efektif antar tenaga medis

Pertamedika IHC memanfaatkan teknologi komunikasi digital antar tim medis

"Tidak dapat dipungkiri, lewat penggunaan teknologi ini rumah sakit dapat meminimalkan berbagai kendala di Rumah Sakit Umum maupun Rumah Sakit Khusus seperti RS COVID-19. Serta mendorong inovasi teknologi di bidang medis, memaksimalkan komunikasi efektif antar tenaga medis, hingga pada akhirnya akan semakin menunjang standarisasi kualitas pelayanan yang optimal pada pasien, tidak hanya pada satu rumah sakit saja namun untuk seluruh RS di berbagai pelosok Indonesia," ujar Direktur Utama PERTAMEDIKA IHC, Fathema Djan Rachmat. 

Menjawab kebutuhan ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai untuk penanganan wabah COVID-19, PERTAMEDIKA IHC juga membangun 2 Rumah Sakit Modular khusus penanganan pasien COVID-19. RS Pertamina Jaya menambahkan extension 90 bed yang dibangun dalam 2 minggu, dan RS Pertamina Pusat menambahkan RS Extension Simprug dengan kapasitas 300 bed yang dibangun dalam 30 hari.

RSPP Extension Simprug dibangun di bekas lapangan sepak bola seluas 22.700 meter persegi dengan kapasitas 300 tempat tidur bertekanan negatif, terdiri dari 240 tempat tidur non ICU, 31 tempat tidur ICU, 19 tempat tidur HCU, 10 tempat tidur IGD, kamar operasi, ruang bersalin, NICU, dan fasilitas cuci darah untuk pasien COVID-19.

3 dari 3 halaman

Simak video berikut

#ChangeMaker