Demam Tinggi, Indra Bekti Jelaskan Kondisi Terkini Sang Istri

Syifa Ismalia diperbarui 24 Agu 2020, 11:24 WIB

Fimela.com, Jakarta Istri Indra Bekti, Aldilla Jelita beberapa waktu lalu sempat terbaring di rumah sakit karena demam tinggi hingga sesak napas. Kini kondisinya pun sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Kendati demikian, menurut Indra Bekti hingga kini sang istri masih merasakan sesak napas. Menurutnya semua itu karena masih ada cairan di dalam paru-paru Dilla.

"Kemarin lemas, sekarang masih sesak, sudah makan enak, sudah bisa ngobrol, ketawa, tapi jalan ke kamar mandi masih tersengal-sengal. Masih capek mungkin karena masih ada si cairan itu ya," ujar Indra Bekti saat ditemui di RS Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2020).

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Riwayat TBC

Indra Bekti memperlihatkan Aldila yang sedang terkulai lemas di ranjang perawatan sebuah rumah sakit. (https://www.instagram.com/p/CEEL78Kg7Lb/)

Lebih lanjut presenter kondang itu mengatakan ini bukan lah pertama kalinya Dilla mengalami masalah pada pernapasannya. Pasalnya sejak kecil, Dilla sudah memiliki riwayat penyakit TBC (Tuberkulosis).

"Kalau cairan (di paru-paru) pertama kali, tapi dulu Dilla itu ada riwayat TBC, jadi yang pertama dulu dia masih sekolah pernah kena, terus pas kuliah sempat kena, pas di Malaysia dia sempat kena itu sampai dioperasi segala katanya parunya sempet dibersihkan lah dari TB-nya," katanya.

3 dari 4 halaman

Sempat Kehilangan Anak

Indra Bekti dan Aldila Jelita (Daniel Kampua/Fimela.com)

Penyakit TBC yang diderita Dilla ini juga menyebabkan pasangan yang menikah pada tahun 2010 itu sempat kehilangan anak beberapa waktu lalu.

"Terakhir 2017 (kambuh) itu pas kita kehilangan anak kita. Ternyata karena ada TB-nya Dilla, maka kita harus merelakan anak kita meninggal kan akhirnya saat dilahirkan," kata Indra Bekti.

Hingga kini cairan yang ada di dalam tubuh Dilla masih dalam penelitian tim medis. Pria 42 tahun ini pun meminta doa agar sang istri cepat kembali pulih seperti sedia kala.

"Cairan ini masih dalam tahap penelitian. Mungkin 2-3 hari lagi yaa, semoga bisa lebih cepet agar kita bisa tahu apa yang bikin ada cairan di paru-parunya," tuturnya.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik Berikut